Mentan Janji Peremajaan Lahan Tebu Dua Tahun, Prabowo: Asal Jangan Sakit!

Setelah 12 tahun mati suri, Presiden Prabowo instruksikan peremajaan 300 ribu hektare lahan tebu. Mentan Amran janji rampung lebih cepat dalam dua tahun.

Diterbitkan 17 Juli 2026, 21:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan melakukan peremajaan lahan tebu secara masif di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini diambil setelah Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan bahwa lahan tebu di tanah air tercatat sudah 12 tahun tidak pernah menyentuh proses peremajaan.

Kondisi lahan yang didominasi tanaman tua tersebut berdampak langsung pada penurunan tingkat produktivitas gula nasional. Mendengar laporan itu, Presiden Prabowo langsung memerintahkan jajarannya untuk segera bergerak di lapangan.

"Tadi Menteri Pertanian menyampaikan kepada saya bahwa sudah 12 tahun tidak ada peremajaan tebu. Dua belas tahun! Kita sekarang akan meremajakan semua tebu yang kita miliki," ungkap Prabowo dalam agenda Panen Raya Serentak bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Pada cetak biru awalnya, Kementerian Pertanian memproyeksikan peremajaan lahan tebu seluas 100 ribu hektare per tahun, sehingga target total 300 ribu hektare akan selesai dalam kurun waktu empat tahun. Namun, Mentan Amran optimis bisa memangkas durasi kerja menjadi jauh lebih singkat.

"Menteri Pertanian melapor kepada saya, program kita sekarang adalah 100 ribu hektar per tahun dan dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, 'Pak, kita bisa dalam dua tahun'," urai Prabowo menceritakan kembali obrolannya dengan Amran.

Mendengar kesanggupan yang tinggi tersebut, Kepala Negara memberikan restu, namun dengan satu syarat yang memicu gelak tawa: Mentan Amran dilarang jatuh sakit akibat mengejar target tersebut.

"Tapi saya bilang, 'Bagus, tapi jangan masuk rumah sakit'. Menteri Pertanian, janji? Dua tahun tapi you gak masuk rumah sakit? Negara dan bangsa masih butuh kau," tegas Prabowo, yang langsung disambut Amran dengan berdiri tegap menghadap Presiden dari barisan kursi undangan.

Prabowo juga berkelakar kepada para menteri dan jenderal TNI yang hadir agar senantiasa menjaga kesehatan di tengah padatnya agenda hilirisasi pangan. "Ya, menteri-menteri, jenderal-jenderal jangan ambruk. Kalau mau ilmu (rahasia sehat), nanti saya kasih," kelakarnya.

 

Strategi Bongkar Ratoon dan Suntikan Dana Rp 1,7 Triliun

Di tempat terpisah, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa peremajaan ini akan dieksekusi lewat program bongkar ratoon. Metode ini adalah membongkar total tanaman tebu lama yang sudah tidak produktif untuk diganti dengan bibit baru yang lebih unggul.

"Kalau kita mau memperbaiki produktivitas dan produksi gula, kita harus bongkar ratoon sekitar 300-an ribu hektar. Kita targetkan setiap tahun 100 ribu hektar," kata Amran saat memberikan keterangan di Kantor Bulog Jakarta.

Guna memuluskan target swasembada gula konsumsi pada tahun 2027, pemerintah telah mengamankan dana hibah dari APBN sebesar Rp 1,7 triliun. Anggaran jumbo ini disiapkan khusus untuk membiayai program bongkar ratoon selama tiga tahun berturut-turut yang dimulai sejak awal tahun 2026.

Selain peremajaan bibit, kementerian juga mendorong aspek intensifikasi lahan melalui ketepatan waktu pemupukan, manajemen saluran air (water management), serta pengolahan tanah yang lebih modern. Sementara untuk opsi perluasan areal lahan (ekstensifikasi), Kementan saat ini tengah menggandeng korporasi BUMN untuk melakukan survei dan kajian lapangan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6