Sukses

Pembenahan Stasiun Manggarai Tak Bikin Tarif KRL Jadi Naik

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memastikan tarif kereta rel listrik (KRL) belum alami kenaikan. Meski, diketahui Kementerian Perhubungan akan melakukan pembenahan di Stasiun Manggarai.

Sejumlah kemudahan diklaim akan bisa dinikmati oleh pengguna KRL. Baik yang transit maupun tidak transit di Stasiun Manggarai. Di samping itu, pembangunan double-double track juga akan meningkatkan headway tiap kereta.

"Soal tarif sampai saat ini tarif KRL masih sama, belum ada kenaikan," kata VP Corporate Secretary KCI Anne Purba salam Ngobrol Bareng Komunitas Kereta Api (Ngobras) Persiapan Switch Over (SO) 5 stasiun Manggarai, Rabu (25/5/2022).

Ia menyampaikan, dengan adanya pembangunan dan peningkatan fasilitas itu akan juga memperhatikan tarif yang berlaku. Pihaknya memastikan layanan yang lebih baik untuk pelanggan KRL.

"Yang perlu kamu sampaikan adalah dalam memberikan pelayanan itu kita bisa berdasarkan memang apa yang dibayarkan teman-teman penumpang dan dari subsidi," katanya.

Sementara itu, ia mengakui hal ini masih jadi perbincangan bersama dengan Kementerian Perhubungan. "Masih terus dievaluasi," katanya.

Di sisi lain, ia juga memastikan menwadahi berbagai masukan dari banyak pihak terkait penyesuaian tarif ini. Ia mengaku kerap menggandeng komunitas pengguna KRL sebelum melakukan penyesuaian nantinya.

"Kami juga bekerja sama dengan ahli menggelar FGD, melakukan survei seperti apa sih kesiapan kita baik dari kemampuan kita ketersediaan kita untuk menaikkan tarif, ini masih dalam tahap kajian sosialisai kepada komunitas," katanya.

"Sampai saat ini berdasarkan masukan-masukan tersebut nanti belum dilakuakn penaikan tarif. Nanti kita update lagi," imbuh Anne.

Diketahui, pemerintah berencana untuk menaikkan tarif KRL dari semula Rp 3.000 per 25 km pertama menjadi Rp 5.000 per 25 km pertama. Sementara, tarif tetap Rp 1.000 setiap 10 km selanjutnya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Tak Keberatan

Pada kesempatan yang sama, Pengamat Transportasi Darmaningtyas menyebut meski ada kenaikan tarif, hal itu tak akan memberatkan masyarakat. Ia berlandaskan pada survei yang dilakukan terkait kemampuan dan kemauan membayar tarif.

"Dari survei sepertinya itu masyarakat tak kebeeatan kalau naik Rp 2.000 atau Rp 3.000, itu saya rasa gak keberatan," katanya.

Ia turut membandingkan dengan tarif yang harus dikeluarkan oleh pelanggan ojek online. Dimana tarif itu jauh lebih tinggi ketimbang kenaikan tarif KRL.

Atas survei dan data yang dimilikinya, Darmaningtyas memandang pemerintah yang masih mengerem kenaikan tarif tersebut.

"Karena naik ojol itu setiap saat naik toh gak ada keberatan, yang keberatan itu kan pak menteri, pak menterinya masih mikir-mikir padahal sebetulnya naik Rp 2.000 - 3.000 juga gak masalah," tukasnya.

 

3 dari 4 halaman

Kabar Beredar

Beberapa waktu lalu, Kabar kenaikan tarif KRL atau kereta rel listrik kembali jadi perbincangan. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo memberikan bocoran waktu penerapan tarif baru di KRL.

Kabar mengenai tarif KRLnaik telah mencuat sejak awal tahun 2022. Ini bermula dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terkait penyesuaian tarif.

Kemenhub juga menimbang adanya berbagai perbaikan sarana dan prasarana di fasilitas penunjang KRL. Yang paling terasa oleh pengguna yakni soal lebih cepatnya headway kereta dari 5 menit menjadi sekitar 3 menit.

Kendati begitu, waktu penerapan tarif baru belum disampaikan secara pasti, baik dari Kementerian Perhubungan maupun operator dari KAI. Didiek memberikan sedikit bocoran mengenai penerapan tarif baru ini.

"Pokoknya tahun ini," kata Didiek kepada Liputan6.com, Kamis (12/5/2022).

 

4 dari 4 halaman

Masih Membahas

Sebelumnya, Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menyampaikan pihaknya masih akan membahas lebih lanjut kelanjutan dari penerapan kebijakan ini. Kondisi ekonomi masyarakat saat ini jadi salah satu dasar pertimbangan yang jadi perhatiannya.

"Akan ada pembahasan kembali mempertimbangkan situasi terkini," katanya kepada Liputan6.com, Rabu (11/5/2022).

Diketahui, sebelumnya tarif KRL diwacanakan akan mengalami penyesuaian tarif. Dari semula Rp 3000 per 25 Kilometer pertama menjadi Rp 5000 per 25 km pertama. Artinya ada kenaikan sekitar Rp 2000. Sementara untuk selanjutnya tidak ada kenaikan atau tetap Rp 1000 untuk setiap 10 km berikutnya.