Erick Thohir Arahkan CSR BUMN ke Pendidikan, Lingkungan Hidup dan Pendampingan UMKM

Erick Thohir tak ingin BUMN hanya sekadar memberikan pembiayaan. Ada tantangan lain yang menghambat perkembangan UMKM kedepannya.

Diterbitkan 03 Februari 2022, 18:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menginginkan penyaluran Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN fokus ke tiga hal. Ini sebagai bentuk transformasi di tubuh perusahaan pelat merah.

Erick Thohir mengatakan, Corporate Social Responsibilities (CSR) ini akan fokus pada pendidikan, lingkungan hidup dan pendampingan UMKM. Dengan fokus tersebut harapannya mampu menciptakan kesinambungan di tengah masyarakat.

"Kita tahu penduduk Indonesia saat ini adalah anak muda karena itu dalam pendidikan ini bagaimana kita mendorong meng-upgrading atau memberikan hal-hal positif ke pendidikan tentu beasiswa kepada pemuda Indonesia," katanya dalam konferensi pers, Kamis (3/2/2022).

Hal ini selanjutnya akan disinergikan dengan program LPDP. Sehingga cakupan bantuan di sektor pendidikan bisa lebih menyeluruh dan mampu mempersiapkan generasi muda yang tanggap terhadap perubahan.

"Lingkungan hidup juga sama kita lihat bagaimana di lingkungan hidup ini penting, kita mulai menjaga yang namanya kelestarian alam kita karena ke depan sendiri kita harus mensinergikan lingkungan hidup, pendapatan masyarakat, dan juga perubahan iklim," ujarnya.

Ini jadi alasan penting bagi Menteri Erick yang mendorong penanaman pohon yang bermanfaat untuk penghijauan dan kontribusi oksigen. Di samping itu, fokus ini juga mampu memberikan pendapatan bagi masyarakat.

"Seperti yang sudah kita lakukan di Toba kemarin penanaman pohon maka penduduk bisa mendapatkan pendapatan dan pohon ini juga bisa hidup sepanjang tahun sehingga menghasilkan O2 dan juga bagus untuk penghijauan dan lingkungan hidup," kata Erick Thohir.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Isu Klasik

Sementara itu, terhadap pendampingan UMKM, Erick tak ingin BUMN hanya memberikan pembiayaan. Pasalnya, ada tantangan lain yang menghambat perkembangan UMKM kedepannya.

"Isu klasiknya kadang-kadang pendampingan terhadap perubahan yang terjadi di industri ekonomi ini UMKM kadang-kadang tertinggal jadi kita akan dampingkan jadi intinya kita membangun sistem transformasi human capital, transformasi bisnis model," kata dia.

"Tapi CSR juga di transformasi sehingga menjadi satu kesatuan yang baik dan impactnya bisa dirasakan," imbuh Erick.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6