Sukses

Erick Thohir: BUMN Harus Bisa Buka Pasar Baru

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir hari ini mengukuhkan pengurus Forum Humas BUMN (FH BUMN) untuk periode 2021-2023. 

Dalam acara ini, Erick Thohir mengatakan, transparansi informasi dapat mendorong persepsi publik terhadap BUMN. Terlebih, Erick menyebut BUMN tengah mendorong transformasi sehingga penting untuk diketahui oleh publik.

"Saya sekarang sangat menekankan masing-masing BUMN ini punya core business, dalam arti bisa membuka pasar. jadi ada dua di sini, persepsi dan brand positioning yang harus para humas memastikan kedua hal ini dikelola dengan baik," kata Erick di Jakarta, Senin (29/11/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Erick secara remi mengukuhkan Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Aestika Oryza Gunarto sebagai Ketua Umum FH BUMN periode 2021-2023. Dipimpin oleh Aestika, Erick berharap seluruh perusahaan BUMN terus meningkatkan adaptasi teknologi dalam komunikasi publik.

"Disrupsi ekonomi yang terjadi karena juga digitalisasi. Hal ini juga menjadi dorongan yang harus dilakukan dan harus kita lakukan, karena kita tidak bisa membendung yang namanya era digitalisasi," tambah Erick.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Atasi Kabar Miring BUMN

Lebih lanjut, Erick Thohir menantikan program kerja dari FH BUMN dalam mengantisipasi kabar miring soal BUMN.

"Saya sangat berharap tentu dengan pembentukan Forum Humas BUMN ini, Saya ingin sekali juga langsung melihat nanti program kerjanya karena tugasnya tidak mudah. Program kerja ketika kita coba mengkonsolidasikan bahwa semua BUMN ingin punya visi yang sama, dan ini tidak mudah. Para humas di forum ini harus bisa memetakan dan duduk bersama dengan Kementerian BUMN," tutup Erick.

Forum Humas (FH) BUMN terus memperkuat komitmen dalam menjamin penyampaian informasi mengenai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada publik.

Forum yang terdiri dari 50 orang manajemen dari 107 BUMN ini menjadi garda utama dalam menyampaikan kondisi terkini mengenai BUMN.