Pertamina Impor dari Abu Dhabi, Stok LPG Nasional Terjamin

Pertamina mendapat kepastian pasokan LPG dan Sulphur dari Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), ini ditandai dengan Sales Confirmation Agreement.

Diperbarui 06 Maret 2021, 22:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pertamina mendapat kepastian pasokan LPG dan Sulphur dari Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), ini ditandai dengan Sales Confirmation Agreement.

Penandatangan ini dilakukan oleh Vice President Trading & Other Business Sub Holding Commercial & Trading (SH C&T) PT Pertamina (Persero), Maya Kusmaya dengan Senior President International Relations ADNOC, Salem Al Meheiri.

Direktur Pemasaran Pusat & Niaga PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero), Hasto Wibowo mengatakan, kerjasama ini memastikan keamanan pasokan LPG nasional yang diproyeksikan terus meningkat setiap tahunnya.

Kebutuhan LPG nasional di tahun 2022 diperkirakan akan mencapai 8.30 juta ton, meningkat menjadi 9.12 juta ton di tahun 2023, dan 10.01 juta ton pada tahun 2024.

“Saat ini balance kebutuhan impor LPG nasional mencapai 6 juta ton per tahun, harapannya dengan kerjasama ini Pertamina dapat memperluas sumber pasokan dan menjaga kestabilan pasokan,” kata Hasto, di Jakarta, Sabtu (6/3/2021).

Hasto menambahkan, perjanjian inipun dimungkinkan diperpanjang setiap tahunnya, dengan tetap dilakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum perjanjian berakhir.

“Kerjasama ini merupakan salah satu strategi pengadaan bundling produk LPG dan petrokimia yang dibeli langsung dari produser. Diharapkan kerjasama ini dapat menciptakan peluang kolaborasi jangka panjang untuk produk LPG dan petrokimia dengan tentunya tetap memperhatikan perkembangan dari bisnis petrokimia serta mengacu kebijakan bauran energi nasional sebagaimana tercantum dalam RUEN,” papar Hasto.

Senior President International Relations ADNOC, Salem Raheb Al Meheiri mengungkapkan, sebagai salah satu produsen LPG, minyak mentah, dan Petrokimia terbesar di dunia berkomitmen memasok ke Pertamina.

"ADNOC menjamin akan memasok produk dengan handal ke Indonesia," ujarnya.

Duta Besar RI untuk PEA, Husin Bagis juga turut menyambut positif penandatangan yang dilakukan oleh Pertamina dan ADNOC tersebut.

“Dari KBRI kami berharap realiasi kerjasama di bidang pasokan LPG dan Sulphur ini dapat membuka peluang kerjasama lain seperti Petrokimia, maupun downstream industry lainnya di masa mendatang,” pungkasnya.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Pertamina Bakal Impor 7,2 Juta Ton LPG di 2021

Tahun 2021, Pertamina akan mengimpor LPG dengan volume 7,2 juta metrik ton. Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati mengatakan impor LPG ini sudah sesuai dengan kebutuhan LPG tahun 2021 yakni 7,5 juta metrik ton.

"LPG seusai alokasi 7,5 juta metrik ton. Itu kita hitung berapa produksi dari kilang atau LPG dalam negeri yang ada peningkatan. Sehingga rencananya tahun 2021, impor LPG 7,2 juta metrik ton," tutur Nicke dalam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR-RI, Jakarta, Selasa (9/2).

Nicke menjelaskan dari sisi pasar impor bahan bakar tersebut terbagi menjadi dua kelompok yakni subsidi dan nonsubsidi. Di tahun 2021 ini Pertamina tengah mendorong agar porsi LPG subsidi berkurang sehingga LPG non subsidi menjadi bertambah agar tidak lagi jadi beban pemerintah.

"Kita dorong yang PSO (subsidi) ini semakin kecil dan jadi tidak jadi beban, dan non PSO (non-subsidi) kita tingkatkan, itu target kita di 2021," kata dia.

Sehingga dia menargetkan tahun ini impor LPG tahun ini menjadi 162 juta barel non subsidi dan 47 ribu bersubsidi. "Jadi target kita 162 juta barel yang non PSO dan PSO 47 ribu barel," kata dia.

Dia menambahkan, produksi LPG dalam negeri saat ini sudah ada peningkatan. Hal ini terlihat dari hasil produksi kilang Pertamina atau kilang lainnya di dalam negeri. Diharapkan peningkatan produksi domestik bisa membuat Indonesia mengurangi ketergantungan impor LPG.

"Sehingga kita bisa sedikit mengurangi yang seharusnya diimpor," kata dia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6