Cek Fakta: Tidak Benar Video Sri Mulyani Umumkan Program Berbagi Rezeki

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Sri Mulyani mengumumkan program berbagi rezeki seperti yang beredar di media sosial.

Diterbitkan 23 Juli 2026, 20:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengumumkan program berbagi rezeki. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 19 Juni 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Siapapun dari kalian yang melihat video ini dan sedang dalam keadaan kesulitan ekonomi termasuk biaya untuk modal usaha, untuk bayar utang, biaya sekolah dan lain lain, tolong segera hubungi saya yah, karena saya sedang mengadakan program berbagi rejeki, acara ini benar dan resmi ya dan berlaku untuk semua orang yang benar benar membutuhkan."

Dalam cuplikan video disertai tulisan sebagai berikut:

"SEBUKTKAN ASAL PROVINSI KALIAN SEKARANG"

Unggahan disertai caption berikut ini:

"Program Berbagi Rezeki Dana Bantuan 2026"

Terdapat link kirim pesan dalam unggahan yang beredar.

Lalu benarkah klaim video Sri Mulyani mengumumkan program berbagi rezeki? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Sri Mulyani mengumumkan program berbagi rezeki. Penelusuran dilakukan menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation.

Dari hasil penelusuran, video klaim Sri Mulyani menunjukkan 99,9 persen buatan AI, sedangkan suara dari video 98,1 persen dihasilkan AI.

Video klaim Sri Mulyani mengumumkan program berbagi rezeki menunjukkan hasil AI. (Foto: tangkapan layar Hive Moderation)

Penelusuran juga dilakukan menggunakan google image. Penelusuran menemukan bahwa video klaim identik dengan kegiatan Sri Mulyani ketika masih menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 27 Juni 2024, seperti dalam keterangan pers dari website Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berjudul "Gelar Konferensi Pers APBN Kita, Menteri Keuangan Laporkan Kinerja APBN Hingga Akhir Mei 2024".

Dikutip dari website tersebut, dalam konferensi pers APBN Kita yang dilaksanakan Kamis 27 Juni 2024), secara daring, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa situasi ekonomi global dan nasional sangat mempengaruhi kinerja APBN.

Menkeu melaporkan, hingga akhir Mei 2024 pendapatan negara telah mencapai Rp 1.123,5 triliun atau 40,1 persen dari target APBN tahun ini. Meskipun mencerminkan pencapaian yang cukup baik, pertumbuhan dibandingkan tahun lalu menunjukkan penurunan sebesar 7,1 persen.

"Seperti diingat tahun 2023 dan 2022 di mana kenaikan harga komoditas terutama pada tahun 2022 itu luar biasa tinggi sehingga membukukan penerimaan dari sisi perpajakan maupun PNBP yang cukup tinggi. Ini tentu sesuatu yang perlu untuk terus kita monitor dan waspadai," ungkap Menkeu.

Pada periode yang sama, Sri Mulyani juga menjelaskan belanja negara tercatat telah mencapai Rp 1.145,3 triliun, atau setara 34,4 persen dari total pagu dalam APBN. Ini menunjukan peningkatan belanja sebesar 14,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selanjutnya, keseimbangan primer dalam APBN juga dilaporkan positif dengan surplus Rp 184,2 triliun.

 

Sumber:

https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection

https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Konferensi-Pers-APBN-Kita

https://www.youtube.com/watch?v=pxtI1hfnJkE

 

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Sri Mulyani mengumumkan program berbagi rezeki, tidak benar dan buatan AI.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.