Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana untuk Negara Miskin

Bank Dunia menunjuk Sri Mulyani sebagai Independent Co-Chair IDA22 yang akan menentukan pendanaan bagi 78 negara hingga 2031.

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 15:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dipercaya memegang peran penting di Bank Dunia (World Bank Group/WBG). Perwakilan negara donor dan negara peminjam dalam International Development Association (IDA) menunjuk Sri Mulyani sebagai Independent Co-Chair untuk proses pengisian dana (replenishment) IDA22.

Dikutip dari laman worldbank.org, Kamis (6/8/2026), dalam posisi tersebut, Sri Mulyani akan mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pendanaan dari negara-negara donor maupun negara penerima manfaat agar target penggalangan dana IDA22 dapat tercapai.

Sri Mulyani akan memimpin proses tersebut bersama Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Bank Dunia. Penunjukan Sri Mulyani dilakukan setelah melalui proses seleksi oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan negara donor dan negara peminjam.

IDA merupakan dana milik Bank Dunia yang ditujukan untuk membantu negara-negara termiskin melalui pembiayaan pembangunan. Pertemuan pengisian dana IDA biasanya diselenggarakan setiap tiga tahun untuk menghimpun komitmen pendanaan baru sekaligus mengevaluasi arah kebijakan lembaga tersebut.

Sejak siklus IDA18, proses replenishment dipimpin oleh dua ketua bersama (co-chair), yakni seorang tokoh independen yang memiliki pengalaman luas di bidang lembaga keuangan multilateral dan seorang pejabat senior Bank Dunia yang ditunjuk langsung oleh Presiden Bank Dunia.

 

Tokoh Paling Berpengalaman

Sri Mulyani dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengalaman di bidang keuangan pembangunan internasional. Saat ini, ia menjabat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di University of Oxford.

Sebelumnya, Sri Mulyani mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat Menteri Keuangan Indonesia. Ia juga pernah menduduki posisi Managing Director sekaligus Chief Operating Officer di Bank Dunia, sehingga memiliki pengalaman panjang dalam penyusunan kebijakan pembangunan dan pembiayaan multilateral.

Atas kiprahnya tersebut, Sri Mulyani juga pernah masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes.

Sebagai informasi, International Development Association (IDA) merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar di dunia untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di negara-negara berpendapatan rendah. IDA menyalurkan pinjaman berbunga rendah, pinjaman tanpa bunga, serta hibah untuk mendukung proyek-proyek yang mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan ketahanan, dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

Sejak berdiri pada 1960, IDA telah mengucurkan lebih dari US$ 632 miliar untuk investasi di 115 negara.

Proses pengisian dana IDA22 akan dimulai secara resmi dalam Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026. Pertemuan puncak untuk penggalangan komitmen pendanaan dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027. Dana yang berhasil dihimpun nantinya akan menentukan besaran pembiayaan lunak yang dapat disalurkan kepada 78 negara hingga 2031.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6