Harga Emas Pegadaian 23 Juli 2026: Antam Naik, Galeri24 dan UBS Stabil

Harga emas Pegadaian 23 Juli 2026 menunjukkan emas Antam naik, sedangkan Galeri24 dan UBS masih bertahan dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Diterbitkan 23 Juli 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas Pegadaian untuk produk Galeri24, Antam, dan UBS menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada Kamis (23/7/2026) pukul 10.15 WIB. Emas Antam kembali mengalami kenaikan, sementara harga emas Galeri24 dan UBS masih stabil dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.

harga emas antam di Pegadaian naik Rp 5.000 menjadi Rp 2.746.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.741.000 per gram. Kenaikan juga terjadi pada seluruh pecahan emas Antam yang tersedia, mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram.

Sementara itu, harga emas Galeri24 masih bertahan di level Rp 2.619.000 per gram. Begitu pula dengan emas UBS yang tetap dijual Rp 2.632.000 per gram. Dengan demikian, tidak ada perubahan harga untuk kedua produk logam mulia tersebut dibandingkan Rabu (22/7/2026).

Meski demikian, harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar emas global maupun kebijakan perusahaan.

Adapun emas Galeri24 tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan emas Antam tersedia hingga pecahan 100 gram.

Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian pada Kamis (23/7/2026):

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.374.000
  • 1 gram: Rp 2.619.000
  • 2 gram: Rp 5.175.000
  • 5 gram: Rp 12.841.000
  • 10 gram: Rp 25.613.000
  • 25 gram: Rp 63.689.000
  • 50 gram: Rp 127.277.000
  • 100 gram: Rp 254.428.000
  • 250 gram: Rp 634.508.000
  • 500 gram: Rp 1.269.015.000
  • 1.000 gram: Rp 2.538.029.000

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.425.000
  • 1 gram: Rp 2.746.000
  • 2 gram: Rp 5.429.000
  • 3 gram: Rp 8.118.000
  • 5 gram: Rp 13.494.000
  • 10 gram: Rp 26.931.000
  • 25 gram: Rp 67.197.000
  • 50 gram: Rp 134.311.000
  • 100 gram: Rp 268.541.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.422.000
  • 1 gram: Rp 2.632.000
  • 2 gram: Rp 5.222.000
  • 5 gram: Rp 12.903.000
  • 10 gram: Rp 25.671.000
  • 25 gram: Rp 64.052.000
  • 50 gram: Rp 127.840.000
  • 100 gram: Rp 255.577.000
  • 250 gram: Rp 638.755.000
  • 500 gram: Rp 1.276.010.000.

Harga Emas Naik ke Posisi Tertinggi

Harga emas dunia naik ke level tertinggi dalam dua pekan pada penutupan perdagangan Rabu 22 Juli 2026. Penguatan logam mulia ini didorong oleh aksi beli teknikal serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah perhatian investor terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah.

Selain memantau upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut, pelaku pasar juga bersiap menghadapi pertemuan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) pekan depan. Pertemuan itu dinilai akan memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga ke depan.

Mengutip CNBC, Kamis (23/7/2026), harga emas di pasar spot naik 1% menjadi US$ 4.115,89 per ounce, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 7 Juli 2026 pada awal perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus menguat 1,1% menjadi US$ 4.120,60 per ounce.

Analis Senior ActivTrades Ricardo Evangelista mengatakan, kenaikan harga minyak yang berpotensi mendorong inflasi sebenarnya dapat membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama. Namun, kondisi tersebut masih diimbangi oleh tingginya permintaan terhadap aset safe haven.

"Kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak dapat memicu inflasi dan membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama diimbangi oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven serta harapan bahwa upaya diplomatik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran pada akhirnya dapat meredakan konflik, sehingga tekanan terhadap harga minyak berkurang," ujar Evangelista.

Harga Emas Sempat Tertekan

Evangelista menambahkan, pemulihan harga emas saat ini masih berpotensi menghadapi tekanan akibat volatilitas harga energi. Meski demikian, level US$ 4.000 per ounce dinilai masih menjadi area dukungan teknikal yang kuat bagi logam mulia tersebut.

Sebelumnya pada Rabu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan Washington masih bersedia bernegosiasi untuk mengakhiri krisis dengan Iran. Namun, menurutnya, Teheran belum menunjukkan keseriusan dalam proses perundingan.

"Washington bersedia berunding untuk mengakhiri krisis dengan Iran, tetapi Teheran tidak menunjukkan keseriusan dalam melakukan pembicaraan," kata Marco Rubio.

Di sisi lain, tiga kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi menuju China dan India dilaporkan berbalik arah di Laut Merah setelah muncul ancaman dari kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran. Situasi tersebut kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Sebelumnya, harga emas sempat turun dari rekor tertinggi yang dicapai pada Januari lalu. Saat itu, perang memicu lonjakan harga energi sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperbesar peluang suku bunga bertahan tinggi lebih lama.

Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6