Capital B Beli Bitcoin Senilai Rp 511 Miliar, Tambah Aset Kripto ke Neraca

Capital B dilaporkan membeli Bitcoin senilai US$ 29 juta atau sekitar Rp 511 miliar sebagai bagian dari strategi treasury perusahaan.

Diterbitkan 08 September 2026, 14:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Capital B dilaporkan menambah Bitcoin senilai sekitar US$ 29 juta atau Rp 511 miliar (estimasi kurs Rp 17.620  per dolar AS) ke dalam neraca perusahaan. Langkah tersebut melanjutkan strategi perusahaan dalam mengakumulasi Bitcoin sebagai aset cadangan.

Pembelian ini mencerminkan pola perusahaan yang menempatkan Bitcoin sebagai aset treasury, bukan sekadar instrumen untuk perdagangan spekulatif.

Dikutip dari CoinMarketCap, Selasa (8/9/2026), Capital B sebelumnya juga menerapkan strategi serupa. Dalam pembelian terakhir yang diketahui, kepemilikan Bitcoin perusahaan mencapai 3.521 BTC setelah membeli tambahan 376 BTC.

Namun, belum terdapat pengumuman resmi, tanggal transaksi, maupun dokumen pendukung yang menyertai laporan pembelian Bitcoin senilai US$ 29 juta tersebut.

Karena itu, nilai pembelian tersebut masih perlu dipandang sebagai angka yang dilaporkan dan menunggu konfirmasi melalui pengungkapan resmi perusahaan.

Materi yang tersedia juga belum memberikan informasi mengenai harga Bitcoin saat transaksi maupun jumlah Bitcoin yang sebenarnya dibeli Capital B.

Detail Transaksi Belum Terkonfirmasi

Nilai US$ 29 juta menunjukkan dana yang dilaporkan digunakan Capital B dalam akuisisi tersebut. Namun, angka itu tidak secara otomatis menunjukkan jumlah Bitcoin yang diperoleh ataupun total kepemilikan Bitcoin perusahaan setelah transaksi.

Menghitung jumlah Bitcoin berdasarkan asumsi harga pasar saat ini juga tidak dapat dijadikan fakta. Jumlah Bitcoin yang dibeli dan total kepemilikan terbaru seharusnya mengacu pada pengungkapan resmi Capital B apabila nantinya diterbitkan.

Hal ini penting karena nilai pembelian Bitcoin berbeda dengan nilai keseluruhan portofolio Bitcoin perusahaan. Nilai aset tersebut dapat berubah mengikuti pergerakan harga Bitcoin di pasar.

Sejumlah detail transaksi lainnya juga masih belum terkonfirmasi, termasuk waktu pembelian, sumber pendanaan, dan alasan manajemen melakukan akumulasi tersebut.

Belum diketahui apakah pembelian dibiayai dari kas perusahaan, penerbitan saham baru, atau utang. Metode-metode tersebut sebelumnya juga digunakan sejumlah perusahaan lain untuk mendanai pembelian Bitcoin.

 

Perusahaan Publik Lain

Beberapa perusahaan publik lain telah mengungkap mekanisme pembelian Bitcoin secara lebih rinci.

Strive, misalnya, menjelaskan pembelian Bitcoin senilai US$ 81,5 juta setelah perusahaan menerbitkan saham tambahan. Sementara itu, Cardone Capital mengungkap pembelian 350 BTC senilai US$ 26,9 juta sekaligus menyebutkan jumlah Bitcoin yang diperoleh.

Alasan di balik waktu pembelian juga berbeda-beda pada setiap perusahaan. Strategy sebelumnya menyatakan keputusan pembelian Bitcoin bergantung pada biaya modal, bukan harga Bitcoin.

Namun, alasan serupa belum disampaikan Capital B dalam materi yang tersedia.

Ketiadaan informasi tersebut menunjukkan belum adanya pengungkapan pendukung dalam catatan yang ditinjau, bukan berarti Capital B menolak memberikan informasi.

Hingga terdapat pernyataan perusahaan atau dokumen resmi, jumlah Bitcoin yang dibeli, mekanisme transaksi, sumber pendanaan, serta alasan strategis di balik pembelian senilai US$ 29 juta tersebut masih belum dapat dipastikan.