Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan mengubah sebagian aturan terkait persaingan produk impor dan lokal di kawasan ekonomi khusus (KEK). Hal tersebut dilakukan menyusul adanya keluhan pengusaha yang mengaku tak bisa bersaing.
Rencana itu terungkap dalam Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah yang dipimpin Purbaya dengan Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI) melalui PT Schneider. Pengusaha memandang ada ketimpangan persaingan dalam pembangunan KEK.
"Ya kesimpulannya akan kita sesuaikan peraturannya supaya akses perusahaan yang punya pabrik di sini yang punya TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) lebih tinggi, 40 persen tadi kira-kira rata-rata, itu punya akses yang sama ke kawasan KEK," kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (12/7/2026).
Advertisement
Dia mengatakan, perusahaan yang beroperasi dalam KEK seperti asal China misalnya mengimpor kebutuhan pembangunannya, termasuk alat kelistrikan dari negara asalnya. Hal ini dinilai oleh para produsen lokal yang beroperasi di luar KEK merasa tak mendapat ruang.
"Mereka ada kecenderungan, sekarang perusahaan sana China segala macam bundling, artinya dia enggak mau tau yang lain lebih murah atau lebih mahal, pokoknya enggak mau, grupnya dia masuk sini, bagus dan jelek," tutur dia.
"Bagusnya mungkin murah untuk investor, yang jeleknya adalah untuk produsen-produsen kita itu seolah-olah tidak bisa bersaing secara fair (adil) karena kapasitas di KEK," sambungnya.
Setelah mendengar keluhan dari para pengusaha dan berdiskusi dengan sejumlah pemangku kepentingan, pemerintah akan mengubah beberapa aturan. Utamanya agar perusahaan di luar KEK punya kesempatan yang sama
"Nanti kita atur supaya produsen-produsen dalam negeri walaupun perusahaan asing yang sudah punya pabrik di sini, mempunyai kesempatan yang sama untuk bersaing di kawasan KEK," urainya.
Â
Keluhan Pengusaha
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306015/original/088043200_1784826735-1000385984.jpg)
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi APPI, Yohanes Purnawan menilai ada ruang persaingan yang kurang setara dari perusahaan di luar KEK untuk ikut terlibat di pembangunan KEK. Utamanya, terkait persaingan produk alat kelistrikan yang diproduksi lokal dengan barang impor.
Yohanes turut memandang besarnya investasi yang masuk ke KEK pada 2025 senilai Rp 82,6 triliun. Angka itu menyimpan peluang untuk bisa diserap oleh produsen lokal. Yohanes juga menekankan banyak produk alat kelistrikan impor yang ternyata bisa diproduksi di dalam negeri.
"Memang yang menjadi keluhan kami saat ini adalah kami tidak mendapatkan porsi yang cukup. Dalam pembangunan ini yang akan memakan biaya adalah tanah, gedung dan listrik, di situlah kami tidak mendapatkan porsi yang cukup karena ada beberapa aturan yang di KEK itu yang menyebabkan produk kami secara harga tidak bersaing dengan produk impor," jelasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305798/original/030195100_1784803071-sri_mulyani_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305541/original/012313500_1784796799-Screenshot_2026-07-23_151441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306014/original/080323200_1784826735-1000385983.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7898267/original/021588900_1780727716-images.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630198/original/059442900_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4944479/original/060567400_1726330482-IMG-20240914-WA0004__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297481/original/076891500_1784094342-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-15_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4944479/original/060567400_1726330482-IMG-20240914-WA0004__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297481/original/076891500_1784094342-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-15_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305867/original/021025200_1784806171-email-attachment_2026_07_23_ariefhakim-at-klyid_menkeu-purbaya-belum-tentukan-pfii-berdiri-di-lahan-bumn_1000385985.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467328/original/054445200_1767872286-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305234/original/024634600_1784788648-1000385518.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342869/original/054403100_1757402619-IMG-20250909-WA0009.jpg)