Sukses

Punya Kader Seperti Jokowi hingga Erick Thohir, Bos BKPM: Wajar Hipmi Dibilang Partai

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengaku bangga pernah menjadi bagian dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Menurutnya, Hipmi adalah sebuah organisasi yang sampai dengan hari ini belum ada yang menandingi.

"Saya harus mengatakan bahwa pertama saya merasa bangga adalah merupakan bagian orang yang dibentuk dalam proses panjang di Hipmi," kata dia dalam penandatangan nota kesepahaman yang disaksikan melalui siaran langsung Instagram @bpphimpi, Rabu (10/2).

Dia mengatakan, Hipmi tidak tertandingi dengan organisasi-organisasi lain dalam konteks membangun pengkaderan serta bagaimana membangun hubungan kerjasama ekonomi.

Oleh karena itu, dia tidak heran jika di dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf ada empat orang kader Hipmi terbaik termasuk dirinya. Pertama adalah Menteri Perganganan Muhammad Lutfhi. Lutfi pernah menjabat sebagai Ketua Umum Hipmi dan juga Kepala BKPM.

Kemudian kedua adalah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Sandiaga juga pernah menjabat sebagai ketua umum Hipmi. Ketiga Menteri BUMN, Erick Thohir yang juga mantan Ketua Bidang Hipmi.

Bahkan, kata dia, yang menjadi pemimpin negara saat ini, Presiden Joko Widodo merupakan jebolan Hipmi. Jokowi pernah menjabat sebagai Ketua BPC Hipmi Solo.

"Jadi kalau dibilang partai Hipmi ya wajar aja, kalau ditanya siapa ketua umum partai Hipmi, Presiden. Karena presiden kader Hipmi begitu," jelas dia.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Hipmi Gandeng BKPM Cetak Pengusaha Tangguh di Daerah

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) bersama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melakukan nota kesepahaman tentang Kerjasama di Bidang Penanaman Modal. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan pengusaha-pengusaha yang ada di daerah agar bisa bersaing di nasional.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Mardani H Maming menyampaikan, langkah kerjasama ini diarahkan agar investor asing bisa bersinergi dengan para pelaku usaha atau UMKM di Indonesia. Sehingga akan menjadi suatu energi baru bagi peningkatan pengusaha-pengusaha yang ada di daerah maupun secara nasional.

"Kita tidak menolak asing kita sangat menerima investor-investor dari asing. Hanya kita meminta ada intervensi dari pemerintah khususnya Pak Kepala BKPM ada kerjasama dengan pengusaha nasional dan pengusaha daerah sehingga bersinergi dan saling bercengkrama bersama-sama untuk menuju ekonomi Indonesia yang lebih baik," kata dia dalam penandatangan nota kesepahaman yang disaksikan melalui siaran langsung Instagram @bpphimpi, Rabu (10/2).

Dia mengatakan adanya kerjasama ini, maka seluruh perusahaan asing wajib bekerjasama dengan para pelaku usaha yang ada di Tanah Air. Mardani menyadari, keberhasilan Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia saat ini butuh proses panjang. Mulai meniti karir dari bawah, hingga sampai pada posisi saat ini. Sehingga dia tau apa-apa saja yang menjadi kesulitan selama di lapangan.

"Saya yakin dia (Kepala BKPM) bisa merasakan bagaimana perusahaan-perusahaan atau pengusaha daerah berjuang untuk menjadi pengusaha di tingkat provinsi. Berjuang menjadi pengusaha di tingkat nasional. Sehingga beliau tahu betul bagaimana rasanya kalau kita bertitik karir dari pengusaha yang bukan dari siapa-siapa," jelas dia.

Dalam kesempatan sama, Kepala BKPM, Bahlil Lahdalia menerangkan, penandatangan nota kesepahaman dilakukan hari ini berkaitan dengan beberapa hal. Pertama memang kolaborasi antara pengusaha besar dan kecil.

"Jadi sekarang setiap investasi yang kita kasih insentif dia harus mengalokasikan sebagian pekerjaannya untuk pengusaha daerah. Hippmi salah satu diantara yang akan mendapat itu," kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: