Sukses

Singapura Resesi, Bagaimana Nasib Ekonomi Batam?

Liputan6.com, Jakarta - Batam menjadi salah satu kota di Indonesia yang ekonominya sangat dipengaruhi Singapura. Wilayahnya yang berdekatan menjadikan banyak warga Batam wira-wiri ke Singapura.

Sayangnya, Singapura tengah menghadapi resesi ekonomi. Pertumbuhan ekonomi negara tetangga tersebut negatif hingga 40 persen. Lalu bagaimana nasib ekonomi Batam?

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Batam Rafky Rasyid menyatakan hingga saat ini ekonomi di Batam masih normal. Meski begitu, diakuinya ada sedikit penurunan laju pertumbuhan ekonomi.

"Kita lihat secara optimis saja, secara kuartal ke kuartal ekonomi Singapura memang terkontraksi fantastis. Namun secara year on year, kontraksinya hanya 12,6 persen. Pertumbuhan ekonomi Singapura pada 2020 diperkirakan negatif 1-4 persen," ucap Rafky kepada Liputan6.com, Kamis (16/7/2020).

 

2 dari 3 halaman

Cari Pasar Lain

Rafky memperingatkan, Batam saat ini harus siap menghadapi penurunan ekspor ke Singapura. Untuk itu, mencari pasar negara lain menjadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan. China dianggap negara tujuan ekspor Batam yang cukup potensial.

"Jadi pertumbuhan ekonomi Batam masih bisa diselamatkan kalau banyak investor yang merealisasikan investasinya pada tahun ini," kata Ketua APINDO Batam tersebut.

Lebih lanjut, sebut dia, realisasi investasi Batam di tengah Pandemi Covid-19 masih cukup tinggi. Hanya saja diperlukan kerja yang ekstra keras dari semua pihak untuk menyelamatkan ekonomi di tengah kondisi saat ini.

Saat ini, Batam cukup terbantu pertumbuhan ekonominya dikarenakan tidak menerapkan PSBB seperti daerah lain.

Dengan begitu, aktivitas industri dan bisnis lainnya tidak begitu terganggu. Hanya saja sektor pariwisata menjadi satu yang terpukul selama pandemi Covid-19.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: