Sukses

Ingin Kaya, Coba Terapkan 7 Trik Mengumpulkan Uang Ini

Liputan6.com, Jakarta Menjadi kaya tidak pernah benar-benar “mudah”, terutama ketika Anda mengejar impian itu sendirian. Ini bukan hanya tentang seberapa kerja keras yang dilakukan, tetapi juga cara mengatur pikiran dan keyakinan bawah sadar Anda tentang uang.

Jangan khawatir, ada cara untuk mengatasi hambatan seperti itu. Ketika sampai pada alam bawah sadar Anda, triknya adalah untuk mengelabui itu.

Anda bisa mencoba 7 trik berikut untuk mengumpulkan uang, dilansir dari laman Freemalaysiatoday.com, Sabtu (16/5/2020).

1. Otomatiskan tabungan

Sebelum Anda menggunakan penghasilan secara seluruh untuk pengeluaran Anda, mengapa tidak mengotomatiskan simpanan reguler ke dalam rekening tabungan?

Dengan cara ini, tabungan aman di rekening bank sebelum Anda mendapatkannya.

2. Gunakan uang tunai lebih sering

Cara Anda membelanjakan adalah cerminan bagaimana memandang nilai uang. Jelas, ketika Anda menggunakan kartu kredit, lebih mudah untuk mengeluarkan uang lebih banyak, karena tidak melihat uang dibelanjakan.

Karena alasan inilah sebagian besar Anda harus menahan diri untuk tidak menggunakan kartu kredit, atau gunakan uang tunai supaya bisa lebih hemat dan menyadari bahwa Anda mengeluarkan uang untuk belanja terlalu banyak, maka akan sadar.

3. Gunakan koin atau uang kertas yang nominalnya kecil

Anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi orang-orang pada umumnya cenderung kurang berhati-hati ketika menghabiskan uang kertas atau koin yang lebih kecil. Bagaimana trik ini bekerja?

Ketika Anda kehabisan tagihan yang lebih kecil, Anda cenderung untuk memikirkan kembali apakah objek yang akan dibeli bernilai melanggar nota yang lebih besar.

Tentu saja, ini tidak berfungsi sepanjang waktu, mungkin juga tidak bekerja untuk mereka yang sudah terbiasa menghabiskan banyak uang sepanjang waktu.

Namun, ini adalah trik yang membantu bagi mereka yang cenderung terorganisir atau mereka yang tidak suka memiliki banyak koin atau uang kertas kecil di saku mereka.

 

2 dari 3 halaman

4. Memiliki lebih dari satu rekening bank

Rekening bank tidak boleh terbatas pada pendapatan dan rekening tabungan semata. Pertimbangkan hal-hal berbeda yang direncanakan untuk ditabung seperti masa pensiun, keadaan darurat, yakni uang cadangan dan harus dapat melindungi selama tiga hingga enam bulan jika terjadi pengangguran dan kejadian tak terduga lainnya.

Ini akan membantu Anda melacak kemajuan dan mengidentifikasi seberapa banyak harus menyisihkan untuk setiap tujuan dengan mudah. Tabungan juga lebih sulit digunakan untuk pengeluaran sehari-hari.

5. Tetapkan tujuan dan visualisasikan secara konstan

Jika Anda tidak dapat mengidentifikasi dengan jelas untuk menabung, maka tidak akan termotivasi untuk menyimpan atau melawan godaan untuk dibelanjakan.

Tentukan tujuan secara khusus. "Menjadi kaya" bukanlah tujuan, tapi tanyakan pada diri sendiri apa yang ingin disimpan atau hal-hal yang ingin dicapai. Pikirkan jangka panjang daripada memikirkan apa yang ingin dimiliki bulan depan.

Tanyakan kepada diri sendiri: "Di mana saya melihat diri saya 10, 20, atau bahkan 30 tahun dari sekarang?" Pada saat yang sama, Anda harus realistis tentang tujuan yang ditetapkan untuk diri sendiri.

Mungkin bermanfaat untuk menuliskan tujuan dan mengunjungi kembali daftar sesering yang diinginkan, terutama ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai rencana atau godaan untuk menghabiskan banyak sekali.

 

3 dari 3 halaman

6. Bersihkan saldo kredit dan utang lainnya

Lakukan ini, tentu saja, tanpa memanfaatkan tabungan pensiun dan dana darurat. Mulailah kebiasaan baru yang akan membuat Anda terhindar dari utang lebih banyak di masa depan.

Langkahnya, yaitu dengan menahan diri dari menggunakan kartu kredit, merencanakan anggaran secara teratur, memasukkan lebih banyak ke dalam rekening tabungan dan berinvestasi.

7. Buat keputusan keuangan atau rencana anggaran ketika dalam suasana hati yang positif

Emosi ekstrem seperti kemarahan dan tingkat stres yang tinggi membuat Anda ceroboh. Itulah sebabnya harus menghindari membuat keputusan dan rencana keuangan setelah seharian bekerja atau setelah bertengkar dengan pasangan.

Penelitian menunjukkan bahwa suasana hati Anda berpengaruh pada pengambilan keputusan dan perencanaan keuangan.

Anda harus berpikir optimis dan sesuai porsinya, walaupun optimis itu tidak salah, terlalu percaya diri dalam investasi dan bisnis dapat membuat Anda kehilangan lebih banyak daripada yang Anda peroleh.