Sukses

Dorong Industri Kopi, Pemerintah akan Revitalisasi BLK di Lampung Barat

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan, Bambang Satrio Lelono mengatakan, pihaknya akan merivitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah Lampung Barat. Ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi di sektor kopi yang berada sekitar wilayah tersebut.

"Kami lihat potensi wilayahnya, dan akan kembangkan kopi karena ada berbagai jenis kopi disana," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Dia menyebut saat ini di bawah Kemenaker ada satu BLK di Lampung Barat yang dilakukan revitalisasi agar memenuhi standar. "Revitalisasi itu artinya divitalkan kembali dari yang tadinya (BLK) itu kurang terdorong," imbuhnya.

Di sisi lain, pemanfaatan potensi perkopian ini juga melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan mengembangkan Sekolah Menengah Kejuruan di sana.

"Jadi kamu sudah sepakat untuk kembangkan perkopian disana, tapi memang lebih banyak ke SMK," katanya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp4,3 triliun untuk revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) seluruh Indonesia. Hingga kini sudah ada sekitar 14.000 SMK yang tersebar di berbagai wilayah.

"(Anggaran revitalisasi) sekitar Rp4,3 triliun. Sebetulnya masih jauh dari target karena jumlah SMK kita 14.000," ujar Muhadjir saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (7/10).

Revitalisasi SMK nantinya akan dilakukan secara bertahap. Pengerjaan tahun ini dilakukan untuk 300 SMK. "Tahun ini 300 SMK, tahun depan 550 SMK. Tahun 2024, 5000. Bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran," paparnya.

Muhadjir berharap ke depan jumlah SMK akan diperbanyak dari pada jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan dunia kerja.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Wapres JK Singgung Merosotnya Harga Kopi Dunia di Markas PBB

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyoroti terus merosotnya harga biji kopi di pasaran dunia yang mencapai 70 persen sejak 1982. Salah satu penyebab adalah kelebihan pasokan produksi biji kopi dunia.

Ini dia sampaikan saat berbicara pada forum “Aksi Bersama Mengatasi Krisis Harga Kopi dan Mencapai Produksi Kopi Berkelanjutan”, di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat (AS), Rabu pagi waktu setempat (25/9/2019). 

“Saya ingin menggaris bawahi dampak dari krisis harga kopi ini. Petani kecil adalah korban yang paling dirugikan. Petani kecil, bukan industri maupun konsumennya,” ujar JK seperti mengutip laman Sekretariat Kabinet, Kamis (26/9/2019).

Menurut Wapres, lebih dari 90 persen lahan kopi Indonesia dikelola oleh petani kecil. Karena itu, Indonesia sangat prihatin dengan krisis ini, saat keuntungan industri kopi besar dunia justru meningkat.

“Lebih dari 25 juta petani kecil kopi di seluruh dunia berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Indonesia sendiri memiliki 1,8 juta petani kopi,” ungkap dia.

Merosotnya harga dunia, ikut mengakibatkan  menanam kopi tidak lagi menjadi sumber penghidupan yang diminati. Sebagian petani kopi bahkan beralih ke sektor lain.

Karena itu, sebagai sesama negara penghasil kopi, Wapres mengajak bersama-sama untuk membuat terobosan guna memperbaiki nasib produsen kopi di negara masing-masing. “Kita tidak bisa berdiam diri,” tegas Wapres.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kolaborasi Sektor Wisata dan Usaha Kreatif Bikin Menginap Lebih Nyaman dengan Kopi Enak
Artikel Selanjutnya
Menikmati Ketenangan Lewat Kopi yang Creamy di Tengah Kesibukan