Sukses

Jerman Minat Kembangkan Kendaraan Listrik di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menerima Perdana Menteri Negara Bagian Niedersachsen, Jerman, Stephan Weil. Pertemuan tersebut membahas mengenai rencana kerjasama antara Indonesia dan Jerman, salah satunya terkait dengan kendaraan listrik.

"Jadi dia itu melihat mobil listrik melihat Indonesia itu menjadi picture dari mobil listrik. Mereka juga akan masuk ke sini mereka minta saya rencana Indonesia itu gimana saya jelaskan," kata Menko Luhut ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

PM Stephan Weil mengakui kedatangan ke Menko Luhut ingin berdiskusi lebih banyak terkait perkembangan di Indonesia. Tak hanya mengenai kendaraan listrik namun juga perihal persoalan sampah.

"Ini pertama kali saya bertemu dengan Pak Luhut, dia orang yang sangat hebat. Kita bicara soal potensi kerja sama Indonesia dan Jerman, mulai dari manajemen sampah sampai hingga industri mobil," kata Weil.

Terkait dengan kendaraan listrik, Weil mengaku tertarik dan ingin kerja sama dengan pabrikan industri mobil di tempatnya.

"Saya terkesan dengan gerakan mobil listrik di Indonesia. Kita punya pabrik mobil, Volkswagen salah satu yang terpenting di Lower Saxony. Saya optimis ada kerja sama dalam hal ini," kata Weil.

Kendati demikian, dalam pertemuan ini pihaknya belum menyetujui apapun. Nantinya, dalam waktu dekat akan kembali menggelar pertemuan bersama Menko Luhut.

"Kita sepakat dalam banyak hal, tapi ini diskusi pertama. Belum ada hasil konkretnya. Dia (Luhut) akan datang ke Jerman beberapa minggu lalu melanjutkan diskusi," pungkas Weil.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 dari 2 halaman

Produsen Minta Insentif Impor Komponen Kendaraan Listrik

Produsen Motor listrik Indonesia, Gesits mendorong pemerintah untuk mengeluarkan sejumlah insentif untuk percepatan program kendaraan listrik di Tanah Air. Salah satunya yakni pemberian insentif mengenai sejumlah komponen yang masih diimpor dari luar negeri.

Manager Procurement Gesits, M Natsir, mengatakan sejauh ini pihaknya memang belum bisa memenuhi tingkat komponen dalam negeri untuk motor listrik Gesits. Oleh karenanya, masih membutuhkan beberapa komponen impor dalam perakitan motor tersebut.

"Insentif sebagai produsen beberapa komponen masih impor kita tetap mintakan," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (2/10).

Tak hanya itu, dirinya juga mendorong kepada Perusahan Listrik Negara (PLN) untuk lebih banyak menyediakan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). Sedianya, PLN bisa menempatkan fasilitas charging tersebut di tempat-tempat umum yang banyak masyarakat beraktivitas.

"Yang kita bicarakan dengan PLN adalah memang untuk charging stationnya, SPLU-nya," ucapnya.

Bahkan, dirinya juga tengah menjajaki kerjasama dengan beberapa tempat perbelanjaan untuk menyediakan fasilitas parkir dan juga charging station. Sebagai langkah awal, dirinya tengah membujuk pemilik mini market seperti Alfamart dan Indomaret untuk menyiapkan temapt charger khsusus kendaraan listrik.

"Kita sudah biciarakan dengan beberapa pihak yang minimal convinience store lah kaya alfa indomaret mereka bisa menyediakan tempat untuk kita ngecas," tutup Natsir.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Kendaraan Listrik Bakal Bebas BBN-KB dan Diskon Pajak 50 Persen
Artikel Selanjutnya
Mobil Listrik Ini Mulai Diuji Sebagai Armada Taksi Online