Sukses

Boeing Akhirnya Temukan Pembeli untuk 737 MAX Usai Dikandangkan

Liputan6.com, Jakarta - Kabar baik untuk Boeing, setelah banyak negara melarang pesawatnya untuk terbang. Akhirnya, International Airlines Group (IAG) mengumumkan akan membeli 200 unit 737 MAX pada Selasa lalu. IAG merupakan pemilik Aer Lingus, British Airways, Iberia, dan beberapa maskapai penerbangan Eropa lainnya.

Dilansir dari laman CNN, IAG telah percaya dan menandatangani surat persetujuan pembelian pesawatnya di Paris Air Show untuk membeli jenis pesawat yang telah terlibat dua kecelakaan fatal di Ethiopia dan Indonesia.

"Kami memiliki kepercayaan pada Boeing dan berharap pesawatnya dapat berhasil kembali ke layanan dalam beberapa bulan ke depan dan juga telah disetujui oleh regulator," ujar Walsh, CEO IAG.

Selama grounding, Boeing telah bekerja begitu keras untuk memperbaiki beberapa fitur keselamatan otomatis yang menjadi fokus pada penyelidikan kecelakaan. Namun hingga saat ini, belum ada kabar yang jelas kapan 737 MAX bisa kembali mengudara.

737 MAX merupakan jenis pesawat terlaris, dan Boeing sendiri memiliki candangan pesawat ini mencapai 5.000 buah. Meskipun berada dalam fase grounding, Boeing tetap memproduksi jenis pesawat ini.

"Kami benar-benar merasa terhomat dan tersanjung oleh International Airlines Group karena telah mempercayai Boeing," jelas Kevin McAllister, CEO Boeing.

 

2 dari 2 halaman

Perkiraan Harga Boeing 737 MAX

Boeing mengatakan daftar harga untuk 200 pesawat 737 MAX berkisar USD 24 miliar atau Rp 342,6 triliun (Kurs USD 1 = Rp 14.275). Namun, menurut pakar industri setiap penjualan 737 MAX akan mendapatkan potongan harga yang cukup besar.

"Ini merupakan perkembangan yang sangat positif bagi kedua belah pihak. Boeing mendapat dukungan besar dari salah satu maskapai penerbangan terbesar, IAG. Untuk itu, mereka akan mendapatkan diskon besar-besaran," kata Richard Aboulafia, analis ruang angkasa dengan Teal Group.

Selain IAG, Boeing juga telah menjual 30 unit 787 Dreamliner ke Korean Air.

"Surat ini begitu sangat berarti bagi Boeing," ujar Aboulafia.

Loading
Artikel Selanjutnya
Masih Dilarang Terbang, 200 Pesawat Boeing 737 MAX Sudah Kembali Dijual
Artikel Selanjutnya
CEO Ethiopian Airlines: Tragedi Maut ET 302 Bukan Salah Pilot, Tapi...