Sukses

Warren Buffett: Mau Sukses, Jangan Terpuruk pada Kesalahan

Liputan6.com, New York - Investor legendaris Warren Buffett memberikan inspirasi agar seseorang tidak takut pada kesalahan. Dalam dunia bisnis, Buffett mengaku pernah membuat kesalahan dalam berbisnis, yakni tidak berinvestasi pada perusahaan potensial sebelum sukses besar seperti sekarang.

Kesalahan yang terjadi justru membuat Warren Buffett semakin termotivasi. Ia pun memberikan analogi seperti bermain golf, baginya bila segala tindakan berhasil, maka kegiatannya menjadi tidak seru.

"Jika kamu bermain golf dan bisa hole in one di tiap lobang, maka tak akan ada yang bermain golf, permainannya jadi tidak seru," ujar Buffett seperti dikutip Yahoo! Finance.

Warren Buffett mengakui berbuat kesalahan dengan terlambat berinvestasi di Google, dan baru melakukannya setelah diajak Bill Gates. Ia pun pernah meragukan kemampuan Amazon dalam mengguncang dunia ritel, sehingga sempat meremehkan Jeff Bezos.

Miliarder itu mengatakan kesalahan adalah hal yang pasti dalam kehidupan, apalagi dalam berbisnis. Miliarder berusia 88 tahun itu menyebut dirinya tidak membiarkan dirinya terlelap dalam kesalahannya.

"Jadi tidak mungkin saya dapat membuat banyak keputusan bisnis dan investasi tanpa membuat beberapa kesalahan. Saya bisa mencoba meminimalisirnya. Saya tidak terpuruk dengan hal itu sama sekali. Saya tidak melihat ke belakang," ujarnya.

Warren Buffett belum pensiun sebagai CEO Berskhire Hathaway. Berdasarkan data miliarder Forbes tahun 2019, investor legendaris ini memiliki kekayaan USD 82,5 miliar atau Rp 1.174 triliun (USD 1 = Rp 14.242).

 

2 dari 4 halaman

Warren Buffett Ingat Puisi Ini Ketika Hadapi Masalah

Warren Buffett ternyata juga suka puisi. Ia pun sempat membagikan puisi tersebut agar para investor tetap tenang ketika ada masalah di pasar.

Mengutip CNBC, puisi yang dimaksud berjudul "Jika" karangan Rudyard Kipling. Puisi bercerita tentang ketenangan hati dan pikiran ketika muncul masalah serta keraguan.

Berikut terjemahan dari nukilan puisi yang dikutip Warren Buffett dalam suratnya tahun lalu:

"Jika kamu bisa menjaga pikiranmu ketika orang-orang di sekitarmu kehilangan punya mereka ...

Jika kamu bisa menunggu dan tidak lelah menunggu ...

Jika kamu bisa berpikir dan tidak menjadikan berpikir sebagai tujuan ...

Jika kamu bisa bisa memercayai dirimu ketika semua orang meragukanmu ...

Milikmu adalah Dunia ini dan semua di dalamnya."

Selain mengajak agar tetap tenang ketika ada masalah, puisi itu juga mengajak bersabar. Tertulis pula pentingnya berpikir, tapi tidak menjadi berpikir sebagai tujuan semata, sebab tindakan juga penting.

Puisi itu sejatinya berisi petuah pentingnya hidup dengan moderasi, tanpa grasa-grusu. Di akhir puisi, Kipling menulis yang bisa menguasai hal-hal tersebut bisa menjadi manusia seutuhnya dan dapat menjalani kehidupan di dunia dengan lebih baik.

3 dari 4 halaman

Gaya Sederhana Warren Buffett

Sosok Warren Buffett tetap fenomenal di tengah ramainya para miliarder di sektor teknologi. Tahun ini saja, pria berjuluk Penyihir dari Omaha ini masih lebih kaya dari Jack Ma, Mark Zuckerberg, serta duo pendiri Google.

Sebagai figur terkaya di dunia investasi, siapa sangka ia ogah pakai smartphone dan masih suka memakai baju Made in China ketimbang memesan dari rumah mode ternama?

Dilansir dari Nasdaq, ada beberapa kelakuan Warren Buffett yang terbilang sederhana, seperti menolak masuk klub golf mewah. Mobilnya pun Cadillac XTS yang harganya USD 45 ribu. Harga itu termasuk sederhana di Amerika Serikat (AS).

Buffett juga tidak memiliki smartphone dan masih memakai flip phone. Ia disebut hanya pernah mengirim satu email dalam hidupnya, padahal dia adalah investor Apple dan Microsoft.

Hal lain yang perlu diketahui, ternyata Warren Buffett adalah seorang kutu buku. Bertumpuk-tumbuk buku di sisi bangkunya.

Pria yang setiap pagi masih suka makan di McDonald's ini juga menikah dengan cara sederhana. Tidak ada ribuan tamu atau venue di gedung ternama. Pernikahan hanya di hadiri kerabat terdekat dan diadakan di rumah anak perempuannya.

Warren Buffett adalah sahabat dekat Bill Gates, dan mereka berdua adalah ujung tombak yang mengajak para miliarder dunia untuk menyumbangkan harta mereka. Dan ketika meninggal nanti, Buffett berencana akan menyumbang mayoritas hartanya untuk tujuan filantropis.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Pekerjaan Ini Bermanfaat Buat Kembangkan Bisnis, Apa Saja?
Artikel Selanjutnya
Tak Selalu Positif, Ini Dampak Buruknya jika Terlalu Baik