Sukses

GMF Incar Pasar Perawatan Pesawat di Rusia

Liputan6.com, Jakarta PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) berupaya melebarkan sayap bisnis perusahaan ke luar negeri. Tahun ini, GMF sedang membidik pasar perawatan pesawat di negara Rusia.

"Kita sedang bidik sekarang ini costumer dari Rusia," kata dia di Kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Rabu (9/1/2019).

Menurut dia, potensi pasar industri perawatan dan perbaikan pesawat atau disebut maintenance, repair and overhaul (MRO) di negeri Beruang Putih itu sangat menjanjikan. Hal tersebut menjadi pemicu bagi GMF untuk masuk dan memperoleh costumer dari sana.

"Di Rusia itu, mereka tidak fokus kepada industri MRO. Jadi pesawatnya sudah pasti dikirim ke luar. Dan sekarang, banyak negara baik Eropa Barat maupun Eropa Timur, memang tidak mengerjakan di negaranya karena letter cost-nya cukup mahal. Mereka mungkin konsentrasi cukup pada high tech sebagai digital kemudian industri yang sosphiticated," jelasnya.

Selain itu, di tahun 2019 GMF akan mengimplementasikan kesepakatan kemitraan dengan perusahaan perawatan pesawat asal Prancis Air France Industries KLM Engineering & Maintenance.

Diketahui kerja sama dengan nilai kontrak mencapai USD 400 juta tersebut dilakukan dalam rangkaian gelaran IMF-World Bank Annual Meeting di Bali, Oktober 2018 lalu.

"Implementasi dari strategic partnership dengan Airfrance Industries KLM itu kan sudah ditandatangani itu sudah pasti tahun ini saja kita akan kebagian 10 pesawat dari sana. Belum termasuk engine, belum termasuk komponen," tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Umbu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

GMF dan IAS Teken Kerja Sama Perawatan Pesawat

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) resmi menjalin kerja sama dengan anak usaha BUMN, PT Indopelita Aircraft Services (IAS). 

Kerja sama yang dituangkan dalam Head of Agreement ini ditandatangani oleh Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto dan Direktur Utama IAS Sabar Sundarelawan di Hangar 4 GMF Cengkareng pada Rabu 9 Januari 2019.

Perjanjian kerja sama antara GMF dengan anak usaha Pelita Air Service milik PT Pertamina (Persero) ini meliputi kerja sama strategis perawatan pesawat terbang dan industrial services, pemanfaatan bersama fasilitas, termasuk untuk penyediaan fasilitas baru serta pertukaran keterampilan dan kemampuan antara dua perusahaan. 

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama GMF, Iwan Joeniarto mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi ada kerja sama yang merupakan sinergi kapabilitas dan kapasitas yang dimiliki masing-masing entitas milik negara ini. 

“Hal ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapabilitas dan kapasitas GMF dan memperkuat posisi di Industri Aviasi. IAS memiliki fasilitas hangar yang dapat kita manfaatkan untuk menampung kapasitas perawatan pesawat yang terus meningkat,” terang Iwan, Rabu (9/1/2019). 

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Rusia Ikut Serta dalam Perang Turki Vs Kurdi Suriah, Kirim Pasukan ke Garis Depan
Artikel Selanjutnya
Hasil Kualifikasi Piala Eropa 2020: Rusia Susul Belgia dan Italia