Harga Emas Antam 10 Juli 2026 Melonjak Rp 17.000

Berikut daftar harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Jumat, (10/7/2026).

Diterbitkan 10 Juli 2026, 10:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Jumat (10/7/2026) berbalik arah menguat. harga emas antam hari ini lebih mahal Rp 17.000.

harga emas antam hari ini ditetapkan Rp 2.650.000 per gram. Harga emas Antam ini menguat dari penutupan perdagangan sebelumnya Rp 2.633.000.

Kenaikan ini juga diikuti oleh harga buyback (beli kembali) emas Antam yang melesat Rp 22.000. Hari ini, harga buyback berada di Rp 2.405.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan patokan harga yang berlaku jika pemilik emas ingin menjual kembali logam mulianya kepada Antam.

Sebagai catatan historis, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis, 29 Januari 2026, yakni menembus Rp 3.168.000 per gram dengan harga buyback di level Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai pergerakan ini bersumber langsung dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki tingkat akurasi dan kredibilitas tinggi bagi masyarakat.

Berikut adalah rincian daftar harga emas Antam terbaru:

  • Emas 0,5 gram: Rp 1.375.000
  • Emas 1 gram: Rp 2.650.000
  • Emas 2 gram: Rp 5.250.000
  • Emas 3 gram: Rp 7.857.000
  • Emas 5 gram: Rp 13.065.000
  • Emas 10 gram: Rp 26.050.000
  • Emas 25 gram: Rp 64.960.000
  • Emas 50 gram: Rp 129.755.000
  • Emas 100 gram: Rp 259.360.000
  • Emas 250 gram: Rp 648.090.000
  • Emas 500 gram: Rp 1.295.900.000
  • Emas 1.000 gram: Rp 2.590.600.000

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada Kamis, 9 Juli 2026 (Jumat pagi Jakarta). Kenaikan harga emas dunia didorong aksi beli setelah harga emas jatuh ke level terendah dalam sepekan. Sementara itu, investor terus memantau perkembangan di Timur Tengah.

Mengutip CNBC, Jumat, (10/7/2026), harga emas spot naik 1,1% menjadi US$ 4.122,15 per ons, setelah turun ke level terendah sejak 1 Juli 2026. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Agustus naik 1,3% menjadi US$ 4.134,10.

“Ada beberapa aksi beli harga murah yang terjadi setelah penurunan kemarin. Dalam jangka pendek, pendorong utama untuk emas adalah the Federal Reserve (the Fed),” ujar Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn dikutip dari CNBC.

Jika The Fed mengambil pendekatan lebih lunak terhadap suku bunga, emas dan perak kemungkinan bergerak lebih tinggi. “Dan sebaliknya, jika memberi sinyal perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut, kedua logam itu kemungkinan akan berada di bawah tekanan,” Haberkorn menambahkan.

Di bidang geopolitik, angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk yang berdekatan menyusul serangan AS di provinsi pesisir Selatan dan timur Iran, yang memberikan tekanan pada perjanjian gencatan senjata yang baru berusia tiga minggu.

 

 

Sentimen Harga Emas Lainnya

Harga energi yang lebih tinggi akibat perang dapat memicu tekanan inflasi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral. Meskipun emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani logam yang tidak menghasilkan imbal hasil ini dengan meningkatkan daya tarik aset yang menghasilkan bunga.

Para pedagang memperkirakan sekitar 64% kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September, menurut CME FedWatch Tool. Risalah dari pertemuan Federal Reserve pada Juni menunjukkan meningkatnya kekhawatiran tentang inflasi, dengan sejumlah pembuat kebijakan melihat alasan untuk menaikkan suku bunga sebelum bank sentral memilih untuk mempertahankan suku bunga tetap.

Sementara itu, investor akan memantau dengan cermat data inflasi minggu depan dan kesaksian Ketua Fed Kevin Warsh di Kongres untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter.

Dalam catatan pada Kamis, HSBC memangkas perkiraan harga emas rata-rata untuk 2026 dan 2027 menjadi US$ 4.560 dan US$ 4.925, masing-masing, dari US$ 4.864 dan US$ 5.000.

Di antara logam lainnya, harga perak spot naik 2,3% menjadi US$ 60,00 per ons, platinum naik 3% menjadi US$ 1.625,83 dan paladium naik 3,3% menjadi US$ 1.254,28.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6