Sukses

5 Ide Usaha yang Cocok Dijalankan Ibu Hamil

Liputan6.com, Jakarta - Ketika hamil, kamu yang selama ini aktif di luar rumah pasti akan merasakan perbedaan sampai dengan 180 derajat. Kamu pun akan lebih lama berada di rumah demi kesehatan calon buah hati. Meskipun jenuh, sebaiknya memang harus mengurangi aktivitas yang begitu menguras fisik dan akhirnya gampang capai.

Untuk mengisi waktu agar tidak jenuh, apa saja peluang bisnis yang bisa diambil oleh ibu hamil? Tidak semua usaha atau pekerjaan yang menghasilkan uang itu harus keluar keringat banyak. Bahkan hanya dengan duduk santai. Dilansir dari Swara Tunaiku, kamu pun bisa menekuni 5 bisnis berikut ini.

1. Pulsa

Sebaiknya, hentikan dulu berpikir tentang kecilnya keuntungan yang didapatkan dari bisnis pulsa. Bisnis ini sangat mengandalkan jaringan untuk membangun promosi. Jadi, semakin banyak kenalan yang kamu miliki, semakin besar pula kemungkinan untung dari bisnis pulsa. Sedikit-sedikit kalau lama-lama bisa jadi bukit juga, kan?

2 dari 3 halaman

2. Dropshipper

Salah satu permasalahan yang dialami oleh seorang ibu hamil ketika bisnis online shop itu berkaitan dengan pengemasan, menyiapkan stok, serta melakukan pengiriman.

Berhubung lagi hamil, mau tidak mau kamu pun mesti vakum dari aktivitas tersebut. Lantas, bagaimana alternatif pemecahan masalah tersebut?

Pernah dengar dong istilah dropshipper? Tugas seorang dropshipper hanya membantu memasarkan produk milik orang lain atau supplier. Bisa dimulai dengan produk tas, tapi boleh juga ditambah dengan produk lain.

Kelebihan bisnis ini, hal-hal yang memberatkan kamu tadi, sepenuhnya akan ditangani oleh pihak supplier ketika ada yang beli.

Manfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk-produk tersebut. Semakin besar produk terjual, semakin besar pula keuntungan yang kamu dapatkan.

Meskipun yang mengirimkan barang itu dari supplier, tapi nama yang kamu cantumkan di informasi pengiriman tetap harus toko online-mu.

3. Kerajinan Tangan

Kalau kamu ahli dalam membuat kerajinan tangan, bisa dimanfaatkan juga ketika lagi hamil. Lumayan sambil mengisi waktu luang, uang tambahan berdatangan.

Kerajinan tangan tersebut disesuaikan dengan kemampuanmu. Bisa pula upgrade kemampuan dengan membuat beragam kain flanel, kue kering, lukisan, sampai dengan rajutan baju bayi.

3 dari 3 halaman

4. Youtuber

Gaji seorang youtuber itu murni berasal dari iklan Adsense. Siapa bilang kalau seorang youtuber itu harus sering-sering keluar rumah? Seorang ibu hamil pun bisa melakukannya di rumah.

Mungkin dengan berbagi tutorial bikin camilan atau makanan ringan. Bisa pula tutorial di bidang lain yang kamu inginkan. Pastikan untuk selalu kreatif saat membuatnya.

5. Penerjemah dan Penulis

Profesi sebagai penulis maupun penerjemah mungkin masih terdengar asing di lingkungan pedesaan. Maklum, mereka tahunya masih sebatas pekerjaan yang ‘terlihat’ saja, seperti membajak sawah, ngantor, dan sebagainya. Walaupun lagi hamil, kamu juga bisa melakukan pekerjaan sebagai translator maupun penulis.

Gaji seorang translator tidak bisa dipandang remeh. Apalagi kalau klienmu berasal dari luar negeri yang nantinya akan membayar dengan Dolar. Cukup dengan bermodalkan laptop, keahlian alih-bahasa, serta CAT-tools, kamu sudah bisa menjadi translator andal.

Hanya saja, ketika periode hamil sudah kamu lalui, perluasan jaringan tetap wajib diterapkan. Soalnya dari situlah akan berdatangan klien baru yang berpotensi membayar mahal atas pekerjaanmu.

Ikuti pula himpunan penerjemah maupun penulis seperti HPI yang setiap tahunnya melahirkan penerjemah andal dan punya kredibilitas tinggi.

Kunci untuk menekuni kelima bisnis tersebut adalah “kreatif” dan “tekun”. Seorang ibu hamil pasti bisa melaluinya sekaligus bisa untuk latihan kesabaran sebelum buah hati lahir ke dunia.

Intinya, jangan sampai waktu luangmu terbuang sia-sia, sebab hanya dengan “berbuat sesuatu”, secara otomatis akan terhindar dari rasa bosan.

Emosi Ditagih Utang, Pria Bunuh Rekan Sendiri

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Segarkan Kembali Tujuan Hidup Anda dengan Bacaan Berikut Ini
Artikel Selanjutnya
5 Peluang Karier bagi Lulusan Jurusan Filsafat