Sukses

Anak Usaha Waskita Beri Pinjaman buat Bangun Tol Pejagan-Pemalang

Liputan6.com, Jakarta - PT Waskita Karya Tbk melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) memberikan pinjaman kepada dua anak usaha perseroan senilai Rp 498,70 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/11/2018), Waskita Toll Road memberikan pinjaman kepada anak usaha perusahaan yaitu PT Waskita Transjawa Toll Road (WTTR) dan PT Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR).

Pinjaman itu diberikan untuk biaya investasi pembangunan ruas jalan tol Pejagan-Pemalang dan biaya operasional PPTR. Pinjaman tersebut memiliki bunga 13,5 persen dan jangka waktu pinjaman hingga 30 Oktober 2019.

Adapun nilai transaksi tersebut 1,85 persen dari ekuitas perseroan sebesar Rp 27,01 triliun. Nilai transaksi ini juga 3,31 persen dari ekuitas Waskita Toll Road. Oleh karena itu, transaksi tersebut hanya memerlukan pendapat kewajaran atas transaksi dari kantor penilai publik.

Seperti diketahui, Waskita Toll Road memiliki 29,99 persen saham Waskita Transjawa Toll Road (WTTR). Sedangkan WTTR memiliki 99,99 persen saham PPTR.

 

2 dari 2 halaman

Tol Trans Jawa Bisa Dilalui Saat Natal 2018 dan Tahun Baru 2019

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, konstruksi ruas Tol Salatiga-Kartasura sepanjang 32 km yang merupakan bagian dari Tol Semarang-Solo, ditargetkan rampung pada November 2018.

Target tersebut dicanangkan agar Tol Trans Jawa dapat dilalui pada arus mudik Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Saat ini, progres pembangunan sudah mencapai 92 persen.

"Insya Allah seluruh Tol Trans Jawa akan kita operasikan sebelum akhir Desember 2018, termasuk ruas Salatiga-Kartasura untuk mudik Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat 2 November 2018.

"Semua sudah operasional bukan fungsional lagi. Kemungkinan masih kita gratiskan hingga ditetapkan tarif definitifnya pada Januari 2019," lanjut Basuki.

Selain ruas Salatiga-Kartasura, Menteri Basuki menyatakan, ruas tol Trans Jawa lainnya yang rampung akan mulai dioperasikan secara bertahap hingga akhir Desember 2019.

"Jadwal peresmian dan pengoperasiannya tidak serentak. Ruas lainnya yakni ruas Tol Pejagan-Pemalang, Sragen-Ngawi, Batang-Semarang, Salatiga-Kartasura, Pemalang-Batang, dan Wilangan-Kertosono," tambahnya.

Terkait pembangunan Jembatan Kali Kenteng yang menjadi titik kritis pada arus mudik Lebaran 2018 lalu, progres konstruksinya kini sudah 95 persen dan dalam tahap penyelesaian akhir.

Pekerjaan yang sedang dilakukan sekarang yakni pengecoran badan jembatan untuk kemudian dapat dilakukan uji beban.

"Sekarang tersisa tiga span sepanjang 120 meter untuk pengecoran mulai tanggal 3 November. Pada minggu berikutnya diperkirakan sudah bisa dilewati mobil kecil, sambil menunggu umur beton cukup. Umur beton yang ideal setelah pengecoran adalah 28 hari untuk kemudian dapat dilakukan uji beban," jelas Basuki.

Jembatan Kali Kenteng berada di Seksi 3 dan 4 tol Semarang-Solo, dibangun oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Solo Ngawi (PT JSN) memiliki panjang 496 meter dengan jumlah pilar sebanyak 13 buah dimana pilar tertinggi mencapai 40 meter.

 

 Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Artikel Selanjutnya
Waskita Karya Bangun Terminal Baru Bandara Minangkabau
Artikel Selanjutnya
Waskita Karya Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun