WSKT Garap Proyek RSUD Cendrawasih Dobo Maluku, Nilainya Miliaran

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) raih kontrak baru senilai Rp 217,97 miliar untuk pembangunan gedung baru RSUD Cendrawasih Dobo di Maluku.

Diterbitkan 12 Maret 2026, 15:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mendapatkan kontrak baru untuk mengerjakan proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cendrawasih Dobo di Maluku dengan nilai kontrak sebesar Rp 217,97 miliar.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, bangunan RSUD akan diselesaikan dalam waktu 10 bulan. Dimulai dari Maret sampai akhir Desember 2026 mendatang.

"Suatu kebanggaan bagi Waskita Karya dapat terus terlibat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara signifikan. Kami berkomitmen menyelesaikan proyek ini secara tepat waktu dan memperhatikan standar mutu, agar masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru khususnya Kecamatan Pulau-Pulau Aru bisa mendapatkan fasilitas kesehatan yang lengkap tanpa harus menempuh jarak jauh," ujar Ermy dalam keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan, sebelumnya RSUD Cendrawasih Dobo sudah lama beroperasi. Hanya saja kapasitas dan fasilitas yang dimiliki masih terbatas, sehingga perlu penambahan gedung baru.

Rencananya Waskita Karya akan membangun gedung baru seluas 8.438 meter persegi (m2) di atas lahan sebesar 36.185 m2. Letaknya tepat di bagian depan kawasan RSUD dan dapat diakses langsung dari jalan utama.

"Bangunan rumah sakit ditempatkan di bagian depan site untuk memastikan aksesibilitas maksimal. Utamanya bagi pasien rawat jalan dan layanan gawat darurat, karena posisi ini memudahkan ambulans dan pengunjung memasuki fasilitas medis tanpa harus masuk jauh ke dalam kawasan," jelasnya.

 

Konsep Desain

Pada konsep desain, Ermy menjelaskan, Waskita Karya menciptakan lingkungan terapi yang dirancang untuk membantu proses pemulihan pasien atau healing environment.

Perseroan pun berupaya meningkatkan patient experience atau pengalaman pasien dan keluarganya agar mendapatkan manfaat kesehatan positif dan berkelanjutan.

"Waskita memilih material finishing interior dan furnitur berwarna pastel guna mencapai kesan ruang alami, hangat, dan menenangkan. Lalu material nontekstur dan anti bakteri juga dipilih supaya interior RS mudah dibersihkan dan selalu higienis," ujar Ermy.

 

RSUD Cendrawasih Dobo Termasuk Program Presiden Prabowo

Menambahkan, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Azhar Jaya mengatakan, pembangunan RSUD tersebut menunjukkan negara hadir dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata. Masyarakat di daerah tertinggal pun sudah sangat menantikannya.

"Kalau rumah sakit (RS) terbangun, maka 60-70 persen kasus RS tidak perlu dirujuk. Ini akan sangat bagus untuk mereka," ujar Azhar.

Azhar menjelaskan, pengerjaan RSUD Cendrawasih Dobo merupakan bagian dari Program Percepatan Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ditargetkan sebanyak 66 RS bisa diperbarui dari kelas D menjadi C.

"Tahun lalu sudah 22 RS dibangun. Buktinya ada, tahun lalu tanahnya masih rata tahun ini sudah berdiri dengan megah, sudah berdiri RS membanggakan," tutup Azhar.

Â