Sukses

Pemerintah Tingkatkan Kompetensi 1 Juta Angkatan Kerja di 2018

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah mengupayakan peningkatan kompetensi pada 1.050.000 angkatan kerja baru di tahun 2018. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan mutu tenaga kerja Indonesia.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menerangkan, ketimpangan pada kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu kontributor utama pada ketimpangan sosial serta kemiskinan.

"Kita tahu bahwa hampir sepertiga problem ketimpangan sosial dan kemiskinan disumbang ketimpangan kompetensi. Ketimpangan kompetensi melahirkan ketimpangan pekerjaan. Ketimpangan pekerjaan melahirkan ketimpangan upah, menyebabkan ketimpangan sosial," kata dia di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Sebab itu, menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi hal penting. Di tahun 2018, Hanif mengatakan, akan mengupayakan peningkatan kompetensi pada 1.050.000 angkatan kerja baru.

Peningkatan kompetensi dilakukan dengan beberapa skema. Di antaranya, pemagangan berbasis kompetensi, di mana pemerintah akan bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Dia bilang, akan ada 400 ribu angkatan kerja baru yang masuk dalam pemagangan berbasis kompetensi ini. Pemagangan ini, lanjut dia,  berbeda dengan yang ada selama ini.

"Berbeda dengan pemagangan yang sering kita dengar. Kalau magang bikin kopi sama disuruh fotocopy. Pemagangan berbasis kompetensi magang jabatan-jabatan tertentu, kurun waktu tertentu, dengan instruktur mengikuti proses pemagangan itu. Dan pada akhirnya ada uji kompetensi untuk bisa mendapatkan sertifikasi profesi," jelas dia.

Bukan hanya itu, Hanif mengatakan, pemerintah akan memberikan pelatihan. Pelatihan ini akan dikerjasamakan dengan dengan berbagai pihak.

"Ada 1.050.000 orang yang ditargetkan 2018. Sebanyak 400 ribu dari pemagangan bersama dengan Kadin. 605 ribu itu kombinasi pemerintah, training center di perusahaan dan masyarakat, termasuk melalui pelatihan lembaga swasta," pungkas dia.

Loading