Sukses

Rupiah Diproyeksi Bisa Tembus 14.150 per Dolar AS

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan terus melemah hingga mencapai level 14.150 per dolar AS dalam beberapa hari ke depan. Ada dua sentimen dari luar yang diperkirakan akan menekan rupiah ke level yang lebih dalam.

Analis LBP Enterprises, Lucky Bayu Purnomo menjelaskan, kedua sentimen tersebut adalah rencana kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS (The Fed) dan juga pelemahan harga minyak dunia. "Ada sentimen negatif yaitu potensi melemahnya harga minyak dunia yang saat ini di kisaran US$ 35 per barel dan juga antisipasi kenaikan suku bunga The Fed," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (14/12/2015).


The Fed telah menahan suku bunga selama hampir 7 tahun. Langkah The Fed menahan suku bunga di level rendah tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Amerika yang terpuruk akibat kasus subprime mortgage. Rencana kenaikan suku bunga ini meningkatkan kehawatiran dari pelaku pasar akan adanya pelarian dana-dana asing. 

Lucky melanjutkan, pelemahan harga minyak juga membuat rupiah melemah. "Pelemahan minyak menjadi potret kepanikan terhadap kinerja rupiah. Dengan melemahnya minyak dunia perilaku pasar tidak punya keberanian melakukan transaksi, karena transaksi terbesar di pasar uang kemudian pasar komoditas," jelasnya.

Dia memperkirakan, pelemahan nilai tukar rupiah tersebut hanya akan terjadi sampai ada kepastian rencana kenaikan suku bunga The Fed. Bank Sentral AS sendiri akan melaksanakan rapat pada 15 dan 16 Desember 2015. "Kalau tidak jadi naik ada window dressing, pasar akan reli dan rupiah kembali menguat namun tidak signifikan karena masih ada sentimen lain yaitu pelemahan harga minyak dunia," tandas dia.

Berdasarkan data Bloomberg, Senin (14/12/2015), pukul 03.55 WIB, rupiah berada di level 14.123 per dolar AS. Level tersebut melemah jika dibandingkan dengan awal pembukaan yang ada di angka 14.019 per dolar AS dan juga jika dibanding dengan penutupan pada pekan lalu yang ada di level 13.992 per dolar AS.

Sejak awal perdagangan hingga penutupan, rupiah diperdagangkan di kisaran 14.005 per dolar AS hingga 14.125 per dolar AS. Jika dihitung sejak awal tahun, rupiah telah melemah 14 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah berada di level 14.076 per dolar pada 14 Desember ini, melemah cukup tajam jika dibandingkan dengan 11 Desember 2015 yang ada di level 13.937 per dolar AS. (Amd/Gdn)



**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6