Jokowi: Saya Bekerja Bukan untuk Popularitas, Tapi untuk Rakyat

Jokowi mengaku keputusan untuk menaikkan harga BBM adalah keputusan yang tepat dan tidak mempersoalkan popularitasnya.

Diterbitkan 12 Januari 2015, 16:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada bulan November 2014 kemarin menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter untuk jenis Premium dan Solar.

Banyak kalangan yang kecewa dengan kebijakan yang telah diambil oleh Presiden Jokowi tersebut karena keputusan itu akan menurunkan tingkat popularitasnya mengingat keputusan tersebut diambil satu bulan setelah dirin‎ya dilantik.

Namun begitu, Jokowi mengaku keputusannya menaikkan harga BBM tersebut adalah keputusan yang tepat dan tidak mempersoalkan popularitasnya.

"Banyak yang menyampaikan ke saya, kalau BBM naik, nanti popularitas saya akan turun anjlok. Saya sampaikan saya bekerja tidak untuk popularitas, saya kerja untuk rakyat," kata Jokowi di Hotel Trans Luxury, Bandung‎, Senin (12/1/2015).

Dijabarkannya, memang dalam waktu sesaat banyak masyarakat menilai kebijakan itu akan lebih menyengsarakan rakyat dimana akan membuat harga-harga barang kebutuhan akan naik.

Namun Jokowi tak memperdulikan hal itu, dirinya mengaku dalam jangka panjang, apa yang sudah menjadi keputusannya tersebut akan dapat dirasakan rakyat suatu saat nanti, dan rakyat baru dapat menilainya kembali.

‎"(Popularitas) Anjlok ya silahkan, tapi hitung-hitungan saya tadi penghematan subsidi dipakai untuk waduk, pelabuhan, bandara dan lainnya, lebih masuk. Jadi sudah saya tidak berpikir masalah popularitas, apa hubungannya dengan pekerjaan saya? Tidak ada," tegas mantan Gubernur DKI Jakarta itu. (Yas/Gdn)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Informasi terkini mengenai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dari berbagai penyedia seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo, serta panduan terkait pendaftaran QR Code BBM subsidi dan jenis-jenis BBM yang tersedia.
    Harga BBM
  • Presiden Joko Widodo