Fredrik van Huynh, Anak Buruh Pabrik yang Sukses Jadi Miliarder

Anak buruh pabrik di Kamboja itu menjadi pimpinan Absolute Internship, perusahaan tenaga kerja global bernilai miliaran rupiah

Diterbitkan 07 Mei 2014, 22:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New York Orangtua selalu menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya hingga rela melakukan apa saja agar buah hatinya sukses saat menginjak usia dewasa nanti. Begitupula yang dilakukan orangtua salah satu pengusaha paling sukses di Swedia, Fredrik van Huynh.

Seperti dikutip dari Forbes, Rabu (7/5/2014), berkat ambisi besar sang orangtua mendidiknya, kini Fredrik menjadi pimpinan di salah satu bisnis penempatan tenaga kerja kalangan elit dengan pendapatan sekitar US$ 5.000 atau setara Rp 57,8 juta.

Tak hanya itu, dia juga menjadi pimpinan Absolute Internship, perusahaan bernilai miliaran rupiah yang telah menempatkan 2.000 siswa magang di sejumlah perusahaan besar di berbagai belahan dunia.

Namun, semua kesuksesan itu hanya akan menjadi impian belaka, jika orangtua Fredrik tidak pernah mendorongnya untuk maju sejak kecil. Bayangkan saja, Fredrik ternyata lahir dari keluarga imigran Kamboja yang bekerja sebagai buruh pabrik di Swedia.

Meski demikian, Fredrik merupakan anak pertama dari keluarganya yang berhasil melanjutkan jenjang pendidikannya hingga ke perguruan tinggi. Bahkan sejak kanak-kanak, dia sudah mampu menguasai tujuh bahasa.

Orangtuanya memang ingin sang anak bisa keluar dari jeratan lingkungan buruh pabrik dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Ayah dan ibunya menargetkan sang anak untuk memiliki apa yang tidak pernah dimilikinya seperti pendidikan hingga ke universitas.

"Anda pasti tak percaya dari mana saya berasal, hanya sebuah desa kecil di Swedia bernama Gnojo di mana seluruh orangtua teman saya bekerja di pabrik, dan itu membuat saya unggul. Tak ada satupun anak seusia saya yang bisa kuliah saat itu," kenang Fredrik.

 

Kuasai Tujuh Bahasa

Sejak kecil, sang orangtua memang mendorongnya untuk menguasai berbagai bahasa. Di rumah, dia belajar Khmer, bahasa asli Kamboja, sementara di lingkungannya dia berbicara menggunakan bahasa Swedia.

Tak cukup sampai di situ, di sekolah dia rajin mempelajari bahasa Prancis. Sang ibu yang mengenal mantan pensiun guru bahasa China juga memintanya untuk mengajarkan Fredrik bahasa Mandarin.

Itulah uniknya Fredrik, saat anak-anak lain bermain video game, dia sedang berusaha keras mempelajari banyak bahasa. Kelihaiannya berbicara dalam beberapa bahasa menjadi salah satu kunci kesuksesannya sebagai pebisnis.

Itu memudahkannya untuk masuk ke berbagai budaya dan pasar asing serta mampu berkomunikasi dengan para rekan bisnis internasional.

Untuk mencegah Fredrik berpikiran untuk bekerja di pabrik, sang ayah mengirimnya ke perusahaan manufaktur logam saat dia masih berusia 14 tahun. Dia ingin sang anak memiliki pengalaman bekerja di garis produksi.

"Saya bersepeda menempuh 14 km untuk sampai di tempat kerjanya dan dia juga menghabiskan sembilan jam per hari untuk menyimpan logam ke dalam kardus. Saya tak akan pernah lupa betapa membosankannya pekerjaan itu dan saya tak pernah mau mengulaginya lagi," ungkap Fredrik mengenang jerih payahnya saat menjadi buruh di usia remaja.

Akhirnya, saat masih menjadi siswa, dia aktif mengikuti pertukaran pelajar di Shanghai dan dia juga sempat mengecap ilmu di Osaka, Jepang. Dia memulai bisnisnya sejak masih muda dan di usia 23 tahun, dia telah meluncurkan Absolute Internship dengan modal hanya US$ 2.000 dan sebuah laptop.

Kini, peruahannya telah memiliki tim global di sejumlah kota di berbagai negara seperti di London, Shanghai, dan Hong Kong. Dia juga bekerjasama dengan 500 perusahaan lokal dan multinasional di seluruh dunia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6