Mitos Dusun Kasuran, Pantang Tidur di Atas Kasur

Terlepas dari perbedaan versi asal-usulnya, mitos ini perlahan menjadi tradisi yang terus dipertahankan oleh kedua dusun tersebut.

oleh Switzy Sabandar diperbarui 14 Jul 2023, 04:00 WIB
Ilustrasi kasur (dok.unsplash/ Hiroshi Kimura)

Liputan6.com, Yogyakarta - Dusun Kasuran di Yogyakarta dibagi menjadi dua wilayah, yaitu Dusun Kasuran Kulon di Desa Margodadi dan Dusun Kasuran Wetan di Desa Margomulyo. Masyarakat di dusun ini memiliki kepercayaan mitos tentang larangan atau pantangan tidur menggunakan kasur.

Dusun Kasuran juga pernah menjadi lokasi syuting 'Mister Tukul Jalan-jalan Edisi Tempat Mistis di Yogyakarta' yang tayang di Trans7. Tempat ini juga pernah menjadi lokasi syuting stasiun TV yang sama untuk acara 'Dua Dunia'.

Keberadaan Dusun Kasuran ini dianggap sebagai sebuah dusun yang unik. Mitos tersebut kemudian banyak dikaitkan dengan cerita masa lalu.

Mengutip dari 'Kasuran dalam Beragam Sudut Pandang Merunut Jejak-jejak Cerota Tidur Tanpa Kasur di Dusun Kasuran' oleh Saifuddin Zuhri Qudsy, Irwan Abdullah, dan Zuly Qodir, persoalan pantang tidur tanpa kasur ini berawal dari beberapa versi mitos. Versi mitos Islam, mitos ini berawal dari zaman Sunan Kalijaga.

"Anak cucu saya jangan tidur di kasur. Boleh tidur di kasur kalau kesaktiannya sudah sepadan atau melebihi saya," kata Sunan Kalijaga.

Versi Islam lainnya menyebutkan bahwa hal ini muncul setelah perang Diponegoro. Saat itu, Kasuran menjadi salah satu persembunyian pasukan dan keluarga Diponegoro. Mereka bersumpah tidak akan hidup enak sebelum semua penderitaannya berakhir.

Versi lainnya muncul dari versi Hindu yang menyebut tidur tanpa kasur sudah ada sejak sebelum zaman Islam (Majapahit Hindu). Sementara itu, Beberapa sumber menyebut, awal mula adanya larangan menggunakan kasur di Dusun Kasuran muncul dari sepasang suami istri, Kyai Kasur dan Nyai Kasur.

Keduanya merupakan pengikut Pangeran Diponegoro. Kiai Kasur dan Nyai Kasur sempat memiliki perbedaan pendapat.

Hal itu kemudian menimbulkan perjanjian yang disepakati oleh keduanya bahwa dalam wilayah tersebut tidak diperkenankan menggunakan kasur. Dari cerita tersebut pula, konon akhirnya Dusun Kasuran terbagi menjadi dua wilayah.

Terlepas dari perbedaan versi asal-usulnya, mitos ini perlahan menjadi tradisi yang terus dipertahankan oleh kedua dusun tersebut. Konon, jika pantangan ini dilanggar, maka mereka akan mendapatkan musibah, seperti sakit hingga mengalami kejadian aneh.

 

Penulis: Resla Aknaita Chak

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya