Bus Jemaah Haji Indonesia dari Makkah ke Madinah Dipantau Lewat GPS

Ribuan Jemaah haji Indonesia gelombang kedua akan digeser secara bertahap dari Makkah ke Madinah mulai besok Senin (10/7/2023).

oleh Nafiysul Qodar diperbarui 10 Jul 2023, 05:59 WIB
450 Bus Sholawat siap melayani mobilitas jemaah haji Indonesia selama di Makkah, Arab Saudi selama 24 jam nonstop. (MCH PPIH Arab Saudi 2023)

Liputan6.com, Jakarta - Ribuan Jemaah haji Indonesia gelombang kedua akan digeser secara bertahap dari Makkah ke Madinah mulai besok Senin (10/7/2023). Mereka akan diberangkatkan menggunakan bus-bus milik syarikah atau perusahaan yang ditunjuk oleh pemerintah Arab Saudi.

Selama perjalanan dari Makkah ke Madinah, bus-bus yang membawa jemaah haji Indonesia itu akan dipantau langsung oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menggunakan Sistem Pemosisi Global atau GPS.

Hal ini untuk memudahkan pemantauan pergerakan jemaah dari Makkah ke Madinah. Sehingga pelayanan saat jemaah tiba di Madinah bisa dipersiapkan lebih maksimal.

"Sebagaimana arahan Pak Menteri kita akan men-tracking mobil bus yang ada dari Makkah. Jadi kita sudah koordinasi dengan Naqabah dan perusahaan-perusahaan atau syarikah bus yang ada 11 perusahaan tersebut," ujar Kepala Daerah Kerja Madinah PPIH Arab Saudi, Zaenal Muttaqin, Minggu (9/7/2023).

Untuk memastikan pemantuanan bus-bus yang membawa jemaah haji Indonesia ini, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker Madinah telah menyiapkan alat-alat yang diperlukan dan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengoperasionalkannya.

"Kita minta GPS dan user id-nya. Sehingga posisi bus dari Makkah kita bisa mengetahuinya," sambung Zaenal.

Selain transportasi, pihaknya juga telah mempersiapkan layanan akomodasi untuk jemaah haji selama tinggal di Madinah. Zaenal berharap, perusahaan-perusahaan hotel di Madinah tersebut sudah siap menerima kedatangan jemaah Indonesia dari Makkah.

2 dari 3 halaman

Layanan Katering untuk Jemaah Haji

Petugas Sektor di Daker Makkah PPIH Arab Saudi membuat bubur cinta sebagai menu makanan alternatif untuk jemaah haji lansia. (FOTO: MCH PPIH ARAB SAUDI 2023)

Selain itu terkait dengan konsumsi, PPIH Arab Saudi Daker Madinah juga sudah berkomunikasi dengan 21 perusahaan yang akan memberikan layanan katering untuk jemaah haji Indonesia. Dia berharap layanan konsumsi yang akan diberikan nanti sama bagusnya ketika melayani jemaah gelombang satu sebelum puncak haji lalu.

"Kita sampaikan apresiasi dari pimpinan berkaitan dengan komitmen dan layanan yang baik. Dan Alhamdulillah mereka juga sangat antusias dan bersemangat terhadap pelayanan gelombang yang pertama dan siap untuk pelayanan gelombang kedua," ujar Zaenal.

Dia menegaskan, seluruh komponen terkait dengan proses persiapan layanan jemaah gelombang kedua di Madinah sudah siap. "Mudah-mudahan gelombang kedua sebagaimana arahan pimpinan dan juga harapan pak menteri dan pak dirjen mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar dan tanpa kendala apapun," kata Zaenal menandaskan.

3 dari 3 halaman

Jemaah Haji Digeser ke Madinah

Potret jemaah haji Indonesia saling bergandengan saat menuju ke Masjid Nabawi, Madinah atau pulang ke hotel. Mereka saling menjaga, terutama kepada jemaah lansia. (FOTO: MCH PPIH ARAB SAUDI 2023)

Sebagai informasi, jemaah haji gelombang dua akan diberangkatkan secara bertahap ke Madinah mulai tanggal 10 hingga 24 Juli 2023. Mereka akan tinggal di Madinah selama 8 hingga 9 hari untuk melaksanakan ibadah arbain di Masjid Nabawi dan berziarah ke Makam Rasulullah SAW serta tempat-tempat bersejarah lainnya.

Jemaah haji gelombang dua ini akan dipulangkan secara bertahap ke Indonesia melalui Bandara Internasional Amir Mohammed bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah pada 19 Juli - 2 Agustus 2023.

Sementara jemaah haji gelombang satu lebih dulu menghabiskan waktu di Madinah sebelum puncak haji. Mereka pun telah dipulangkan secara bertahap ke Tanah Air sejak tanggal 4 hingga 18 Juli 2023 mendatang melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Infografis Sebaran Wilayah Hotel Jemaah Haji Indonesia di Makkah. (Infografis: Kemenag)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya