Inflasi Juli 0,22 Persen, IHSG Tergelincir 12,09 Poin

Ada sebanyak 160 saham melemah sehingga menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama.

oleh Agustina Melani diperbarui 01 Agu 2017, 12:33 WIB
Ada sebanyak 160 saham melemah sehingga menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama.

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada penutupan sesi pertama perdagangan saham Selasa pekan ini. Pelemahan IHSG terjadi di tengah rilis data inflasi Juli 2017.

Pada penutupan sesi pertama, Selasa (1/8/2017), IHSG melemah 12,09 poin atau 0,21 persen ke level 5.828,84. Indeks saham LQ45 susut 0,32 persen ke level 971. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Ada sebanyak 158 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. Sedangkan 160 saham melemah, dan mendorong IHSG ke zona merah. 99 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 152.604 kali dengan volume perdagangan 5,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3 triliun.

Investor asing melakukan aksi beli Rp 14,34 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.311.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham melemah. Akan tetapi, sektor saham tambang memimpin penguatan 2,23 persen seiring harga komoditas batu bara menguat. Sementara itu, sektor saham barang konsumsi susut 1,59 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham manufaktur tergelincir 1,13 persen.

Saham-saham yang membukukan penguatan pada sesi pertama antara lain saham AKPI naik 16,88 persen ke level Rp 935 per saham, saham IKBI menguat 12,63 persen ke level Rp 428 per saham, dan saham TOPS melonjak 8,59 persen ke level Rp 1.390 per saham.

Saham-saham yang melemah antara lain saham HDTX tergelincir 24,69 persen ke level Rp 360 per saham, saham SMRU merosot 11,07 persen ke level Rp 498 per saham, dan saham GDYR susut 9,09 persen ke level Rp 2.000 per saham.

Bursa Asia pun bervariasi pada sesi siang. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,66 persen ke level 27.502, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,95 persen ke level 2.425,44, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 0,25 persen ke level 19.974.

Selain itu, indeks saham Shanghai menanjak 0,31 persen ke level 3.283, indeks saham Singapura menguat 0,12 persen ke level 3.333, dan indeks saham Taiwan menanjak 0,19 persen ke level 10.446.

Tekanan IHSG terjadi di tengah rilis inflasi Juli 2017. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Juli sebesar 0,22 persen. Adapun inflasi tahun kalender sebesar 2,60 persen, dan tahun ke tahun mencapai 3,88 persen.

"Inflasi terkendali normalisasi paska lebaran," ujar Kepala BPS Suhariyanto, di kantornya, Jakarta, Selasa pekan ini.

Dia menyebutkan dari 82 kota IHK, sebanyak 59 kota tercatat mengalami inflasi, sementara 23 kota deflasi. Adapun inflasi tertinggi di Bau-bau sebesar 2,44 persen dan terendah di Meulaboh sebesar 0,01 persen.

Sementara deflasi tertinggi di Merauke 1,50 persen dan deflasi terendah di Metro dan Probolinggo masing-masing 0,07 persen.

 

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

 

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya