Antisipasi Longsor saat Mudik, Alat Berat Siaga di Puncak Bogor

Selain alat berat milik Kementerian PU dan peralatan milik kabupaten, rekanan juga diminta untuk siap membantu saat dibutuhkan.

oleh Achmad Sudarno diperbarui 20 Jun 2017, 06:00 WIB
Cuaca buruk di Puncak Bogor tidak hanya menyebabkan bencana longsor dan pohon tumbang, tetapi juga berdampak pada kunjungan wisata. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Bogor - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor menyiapkan sejumlah alat berat untuk mengantisipasi longsor pada titik rawan di jalur mudik Lebaran 2017.

"Alat berat sudah disiapkan seminggu sebelum Lebaran di beberapa titik ruas jalan rawan longsor," kata Kepala Dishub Kabupaten Bogor, Edi Wardani, Senin (19/6/2017).

Titik rawan longsor meliputi ruas jalan di kawasan Puncak, jalur Bogor-Sukabumi, dan jalan alternatif Jonggol.

Sejumlah ruas jalan kabupaten, provinsi, dan nasional di daerah itu rawan bencana longsor yang bisa menghambat kenyamanan pemudik saat pulang ke Cianjur, Bandung dan Sukabumi.

Untuk mengantisipasi bencana alam di jalur mudik, lanjut Edi, pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor.

Selain alat berat milik Kementerian PU dan peralatan milik kabupaten, rekanan juga diminta untuk siap membantu saat dibutuhkan.

"Kami sudah koordinasikan dengan instansi lainnya terkait hal ini," kata dia.

Selain itu, Kementerian PU  juga tengah menyelesaikan perbaikan dan pelebaran beberapa ruas jalan seperti di jalur Puncak. Dengan demikian, diharapkan bisa mengurangi kepadatan kendaraan di jalur tersebut.

"Sehingga semua ruas jalan sudah nyaman untuk dilewati," kata dia.

Sejumlah petugas juga disiapkan di lapangan terutama pada pos pengamanan lebaran yang ada agar bisa secepatnya merespons jika terjadi kemacetan maupun bencana longsor yang menutupi badan jalan.

Diharapkan dengan berbagai upaya tersebut arus mudik Lebaran di Bogor pada 2017 berjalan lebih baik.

Saksikan video menarik di bawah ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya