Bulan Februari, PM Israel Sambangi Donald Trump

Netanyahu rencananya menginjakkan kaki ke AS pada Februari mendatang.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 23 Jan 2017, 12:40 WIB
Donald Trump turun menuju podiumnya untuk menyampaikan pidato pertamanya sebagai Presiden AS di Capitol Hill, Washington DC, AS, Jumat (20/1). Dikabarkan, Trump sendiri yang menulis dan menyusun pidato pelantikannya. (AFP Photo)

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kembali membuat langkah kontroversial. Dirinya mengatakan, menyiapkan undangan bagi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu ke Washington.

Gedung Putih mengkonfirmasi, undangan Trump kepada Netanyahu telah mereka disampaikan kala kedua pemimpin berkomunikasi lewat telepon, Minggu, Januari 2017. Kemungkinan besar, Orang Nomor Satu di Negara Yahudi tersebut datang ke AS di Febuari mendatang.

"Presiden (Donald Trump) menekankan perdamaian antara Israel dan Palestina hanya bisa dinegosiasikan secara langsung oleh dua pihak," sebut pernyataan resmi Gedung Putih seperti dikutip dari CNN, Senin (23/12/2017).

"AS akan bekerja dengan Israel agar tujuan ini tercapai. Presiden (Trump) pun mengundang Netanyahu ke Gedung Putih awal Januari," tambah dia.

Sementara itu, dugaan pemimpin Israel dan AS akan membahas pemindahan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dibantah kantor pemerintahan Netanyahu. Masalah itu dipastikan tidak akan jadi fokus pembahasan.

Masalah pemindahan Kedutaan ditentang banyak pihak. Pasalnya, langkah ini dinalai dapat merusak komitmen perdamaian Israel-Palestina.

Palestina diketahui menginginkan Yerusalem sebagai Ibukota negaranya di masa mendatang. Pemindahan Kedutaan pun disebut-sebut akan mempersulit perundingan damai.

Walau ditentang, Juru Bicara Gedung Puting Sean Spicer menyebut pemindahan tinggal tunggu waktu. Hal itu harus diwujudkan karena sudah menjadi sesuatu janji politik Donald Trump semasa kampanye.

"Kami masih dalam langkah awal membicarakan hal tersebut," sebut Spicer.

"Akan ada pengumaman selanjutnya soal pemindahan kedutaan. Presiden sudah membuat peryataan yang jeasl bahwa Israel belum mendapat penghormatan yang layak," jelas Spicer.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya