Hughes Kecewa Harusnya Stoke Menang 4-0

Manajer Stoke City, Mark Hughes, kecewa karena wasit tak mengesahkan gol Bojan Krkic.

oleh Achmad Yani Yustiawan diperbarui 07 Des 2014, 11:06 WIB
'Si Meriam London' gagal meledak di markas Stoke.

Liputan6.com, London Manajer Stoke City, Mark Hughes, menyebut jika timnya menampilkan performa sempurna dalam kemenangan 3-2 atas Arsenal, dalam lanjutan Liga Primer Inggris matchday ke-15, Sabtu (6/12) petang WIB. Stoke disebutnya sempurna karena mampu meraih keunggulan telak 3-0 kala pertandingan baru memasuki babak pertama.

Namun Hughes sedikit kecewa karena tak mengakhiri laga dengan keunggulan 4-0. Itu terjadi karena wasit pertandingan tak mengesahkan gol keempat yang dibuat Bojan Krkic, karena dinilai offside.

"Kami sempat berselebrasi dan mengira sudah unggul 4-0, dengan skor itu maka secara teori kami sudah mengakhiri laga. Namun, wasit berpendapat lain dan tidak mengesahkan gol itu," ungkap Hughes di laman resmi klub.

"Saya pikir keputusan itu sedikit berat untuk diterima oleh Bojan. Ia menunjukkan skill individu yang luar biasa saat mencetak gol tersebut," imbuhnya.

"Seandainya kami unggul empat gol, maka kami akan mengontrol pertandingan dengan nyaman. Keputusan tersebut terbukti mengubah jalannya laga," katanya.

Seperti diketahui, Arsenal terpaksa harus mengakui keunggulan Stokedengan skor 2-3 dalam pertandingan di Brittania Stadium. Tim asuhan Arsene Wenger itu sudah kebobolan tiga gol di babak pertama.

Memasuki babak kedua, Arsenal mencoba bangkit. Dan benar saja, tim Ibukota Inggris itu mulai menunjukkan taji dengan membobol gawang Stoke melalui titik putih. Santi Cazorla membuka gol Arsenal pada menit 68.

Di menit 70 atau dua menit kemudian, Aaron Ramsey kembali mencetak gol untuk mengubah kedudukan menjadi 2-3. Sayang, hingga pertandingan usai Arsenal tidak mampu menyamakan kedudukan.

 

Baca Juga:

Hasil Pertandingan Liga Inggris

Wenger: Arsenal Kalah Karena Marah

City Pangkas Jarak Poin Chelsea, Ini Kata Pellegrini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya