Liputan6.com, Jakarta - Platform tempat penyimpanan ribuan model AI open-source dan dataset seluruh dunia, Hugging Face, pada 16 Juli 2026 mengumumkan diretas oleh seorang penjahat siber menggunakan AI dengan kemampuan luar biasa.
Disebutkan peretasan ini berbeda dari biasanya karena dilakukan dengan kecepatan AI melampaui kemampuan manusia dan sedikit atau bahkan tanpa arahan manusia. AI tersebut melakukan 17.000 aksi kurang dari dua hari, berhasil membobol sistem perusahaan teknologi besar demi mencuri data rahasia.
Dilaporkan BBC, Selasa (28/7/2026), kejadian ini menggemparkan dunia teknologi dan memunculkan pertanyaan siapa yang bertanggungjawab atas serangan ini.
Advertisement
Peneliti Hugging Face menduga penyerang tersebut menggunakan model AI berskala besar, tetapi mereka tidak dapat menemukan siapa di balik penjahat itu. Perusahaan pun menghubungi polisi dan penyelidikan dimulai.
Siapa Pelakunya?
Para komentator dan analis menebak-nebak pelakunya dari kelompok kejahatan siber mana atau peretas negara mana melalui podcast dan akun media sosial mereka. Kemudian pada Rabu, 19 Juli 2026, peretas terungkap.
Disebutkan pelakunya adalah ChatGPT dan mengejutkannya, bot AI itu sendiri yang melakukannya tanpa izin. Perusahaan menyatakan hal itu terjadi saat pengujian kemampuan peretasan teknologinya.
Dua versi baru ChatGPT didesain menjadi andal dalam meretas, berhasil keluar dari pengujian (lab) yang seharusnya aman dan dapat mengakses internet. Mereka kemudian menyerang Hugging Face untuk mengakses informasi guna membantu mereka mendapat peringkat tinggi di ujian.
Dalam siaran pers OpenAI telah dijelaskan kronologi kejadian tersebut dan mengatakan mereka bermitra dengan Hugging Face untuk mengatasi keamanan insiden serta sebagai pembelajaran.
Berbagai Konspirasi Bertebaran
Sejak saat itu, terjadi perdebatan sengit mengenai apakah insiden tersebut sebagai peringatan keras terhadap masa depan AI atau hanya sebagai ajang OpenAI untuk memamerkan seberapa kuat model mereka.
Jenis taktik pemasaran dengan menakuti-nakuti ini dituduhkan kepada perusahaan-perusahaan AI selama bertahun-tahun. Terlebih, sejak peluncuran model Mythos dari Anthropic, kemampuan keamanan siber telah menjadi sorotan.
Sebuah komentar teratas pada unggahan bos OpenAI, Sam Altman di X, merangkum keraguan ini, “Jika kalian tidak paham bahwa tulisan ini dibuat murni untuk memamerkan model mereka, saya tidak tahu lagi harus bilang apa.”
Konsultan keamanan siber, Daniel Card berkomentar dengan sarkas di LinkedIn, “Bukankah sebuah keberuntungan, dari jutaan situs yang diretas, OpenAI justru meretas pihak yang bisa diuntungkan dengan eksposur pemasaran tersebut…”
Seorang juru bicara OpenAI mengatakan, "Kami menyadari ada banyak pertanyaan dan spekulasi mengenai insiden tersebut. Kami berencana menerbitkan laporan teknis terkait pembelajaran kami beberapa minggu mendatang."
Advertisement
Serangkaian Kekeliuran
“Insiden OpenAI dan Hugging Face merupakan contoh nyata dari masalah yang selama ini telah kami soroti berbulan-bulan,” kata Dor Sarig dari Pillar Security.
“Sandbox saja tidak cukup sebagai batasan keamanan bagi AI agentik,” ucapnya menambahkan.
Profesor keamanan siber, Alan Woodward dari Surrey University mengatakan kepada wartawan, OpenAI disebut “memalukan diri,” dan Katie Moussouris dari Luta Security, menyebut industri AI gagal dalam mengendalikan penemuan-penemuan berbahayanya.
Berdasarkan pandangan-pandangan ini, insiden peretasan akan menjadi bumerang jika hanya sebagai ajang pamer. Apapun alasannya, jelas ini momen penting bagi industri AI dan dunia keamanan siber, di mana berbenturan dengan cara lama yang dikhawatirkan orang.
Menanggapi perdebatan ini, penasihat AI dan keamanan siber Francesca Bosco menyatakan, dua narasi sederhana ini tidak tepat, AI sudah seperti film Hollywood. Penjelasan lebih masuk akalnya pengujian beban tersebut membongkar kelemahan pada sistem keamanan dan evaluasi.
Seberapa Mengkhawatirkannya?
Peristiwa ini menunjukkan kekhawatiran mengenai agen AI yang bertindak di luar kendali. Dalam penelitian terbaru, AI Security Institute (AISI) di Inggris menemukan model AI tingkat lanjut (frontier AI models) terfokus pada penyelesaian tugas sehingga mereka berbuat curang dalam pengujian.
Hal ini diperingati oleh AISI kejadian mengkhawatirkan karena kemampuan model dalam melakukan hal-hal tidak diizinkan ini dapat menimbulkan bahaya. Selain itu, ke depannya, juga kemungkinan akan semakin besar sekaligus bisa menyebabkan bencana besar.
Mengingat perluasan penggunaan AI digunakan pada perang antara Iran dan Ukraina, mantan kepala National Cyber Security Centre Inggris, Ciaran Martin, menyampaikan pandangan versi lebih tenang.
“Terlalu jauh jika kita langsung menyimpulkan agen-agen AI akan mengambil alih kendali nirawak dan mulai membunuh manusia hanya dari insiden ini,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
Namun, tetap saja bagi Martin dan pihak lainnya, insiden ini jelas contoh nyata yang dapat dijadikan pelajaran dengan cepat, karena agen AI telah menjadi peretas andal dan situasi ini harus diantisipasi sesegera mungkin.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308503/original/024029000_1785145244-prasetyo_hadi__pensiunan_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308316/original/080408800_1785136454-cek_fakta_-_penggerak_HAM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5399810/original/068925400_1762009108-OPENAI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4830830/original/090832700_1715648967-OpenAI_Luncurkan_GPT-4o_AI_Lebih_Cepat_dan_Gratis_untuk_Semua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4838233/original/057874200_1716263381-AP24141612292346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300492/original/059951500_1784355662-chatgpt-teen-safety-features.webp)