6 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Reset HP ke Setelan Pabrik

Reset HP ke setelan pabrik harus dilakukan dengan cermat dan detail, berikut ini enam langkah yang wajib diperhatikan sebelum reset ponsel.

Diterbitkan 13 Januari 2026, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kamu ingin ganti HP lama dan beralih ke perangkat baru, atau mau menjual ponsel yang sedang kamu gunakan sekarang?

Apakah kamu tahu, kalau kamu perlu mereset ponselmu ke pengaturan pabrik sebelum menjual atau beralih ke perangkat baru? Langkah penting ini terkadang dilupakan oleh pengguna sebelum mematikan atau mereset ponsel.

Meengutip Android Authority, Selasa (13/1/2026), namun untuk melakukan langkah ini tidak bisa sembarangan karena berisiko menghapus data penting secara permanen. Sebelum menekan tombol factory reset (setelan pabrik), terdapat sejumlah hal krusial yang wajib diperiksa agar foto, dokumen, hingga akses penting tidak hilang begitu saja.

Berikut enam langkah yang sebaiknya dilakukan sebelum mereset ponsel ke pengaturan pabrik.

1. Pulihkan Foto dan Video Penting

Menyimpan atau menampilkan foto dan video kini lebih mudah berkat Google Photos. Namun, jika kamu tidak mengunggah gambar ke kualitas aslinya, ada baiknya kamu memeriksa apakah ada hal penting yang ingin disimpan.

Layanan cloud memang memudahkan penyimpanan, tetapi ada baiknya untuk memastikan kamu tidak melewatkan folder penting apa pun.

Periksa juga folder media dari aplikasi pesan instan seperti WhatsApp atau aplikasi pengedit foto. Bisa jadi ada momen berharga yang belum tersimpan di cloud dan berisiko hilang setelah reset.

2. Periksa File Audio dan Dokumen

File audio dan dokumen memang lebih mudah terlewatkan dibandingkan foto dan video, terutama karena file tersebut tidak masuk dalam pencadangan untuk layanan seperti Google Photos. Padahal, folder audio dan dokumen berisi rekaman atau file penting sulit diganti.

Sebelum mereset, luangkan waktu untuk menelusuri penyimpanan internal dan salin file penting ke perangkat lain atau layanan cloud.

3. Pindahkan Aplikasi Otentikasi

Banyak layanan yang mengandalkan otentikasi dua faktor (2FA) melalui email dan SMS. Jika aplikasi ini tidak dipindahkan ke perangkat baru sebelum di-reset, pengguna bisa kesulitan mengakses akun penting.

Banyak aplikasi yang menyertakan opsi pemulihan, tetapi ini menambah kenyamanan dan tidak membantu ketika kamu perlu masuk ke layanan tersebut.

Meskipun aplikasi otentikasi khusus yang paling jelas untuk dipindahkan, ada aplikasi lain yang bertindak sebagai otentikasi yang mungkin dilupakan. Seperti contoh aplikasi Steam Gruad yang berperan sebagai authenticator akun game.

4. Putuskan Tautan Aplikasi Perbankan

Sebagian besar aplikasi perbankan hanya mengizinkan untuk menghubungkan satu perangkat ke akun dalam satu waktu untuk otorisasi transaksi. Jika ponsel di-reset tanpa memutus tautan terlebih dahulu, proses aktivasi ulang di perangkat baru bisa memakan waktu dan merepotkan.

Agar lebih aman, pastikan akun perbankan telah diputuskan dari perangkat lama sebelum melakukan reset pabrik.

5. Hapus Akun Google dari Perangkat

Meski reset pabrik akan menghapus data dari ponsel, perangkat tersebut bisa tetap tercatat di akun Google pengguna. Akibatnya, daftar perangkat di Play Store akan terisi oleh ponsel lama yang sudah tidak digunakan.

Jika kamu tak menghapus akun Google sebelum mengatur ulang perangkat, akun akan memiliki sejumlah perangkat 'hantu' yang terdaftar.

Ketika kamu pernah melakukan kesalahan, setidaknya kamu dapat menyembunyikan perangkat di menu Play Store dengan membuka play.google.com/library/devices.

Kamu juga dapat melihat daftar perangkat yang lebih cepat dengan membuka myaccount.google.com/device-activity dan coba lepas tautan perangkat. Untuk menghindari hal ini, hapus akun Google dari ponsel secara manual sebelum reset agar perangkat benar-benar terlepas dari akun utama.

6. Ekspor Data dari Aplikasi Lokal

Beberapa aplikasi hanya menyertakan sinkronisasi sebagai bagian dari paket berbayar, jadi kamu juga harus mengekspor data jika tidak ingin harus mengatur aplikasi dari awal lagi.

Saat beralih ke ponsel baru, ponsel lama kamu disarankan untuk disimpan sementara. Hal ini sebagai bentuk antisipasi jika kamu lupa menyampaikan sesuatu. Selain itu, kamu perlu memanfaatkan fitur ekspor data sebelum mengembalikan ponsel ke pengaturan pabrik.

Infografis Akhir Riwayat Ponsel Black Market di Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)