Samsung Galaxy S26 Ultra bakal Dilengkapi Fitur Layar Privasi Berbasis AI, Apa Fungsinya?

Samsung dikabarkan akan menghadirkan fitur layar privasi berbasis AI pada Samsung Galaxy S26 Ultra, termasuk model standar dan Plus. Apa fungsinya?

Diterbitkan 12 Januari 2026, 18:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Samsung tengah mempersiapkan peningkatan signifikan untuk jajaran Galaxy S26, termasuk Samsung Galaxy S26 Ultra, yang dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat. Kali ini, pembaruan yang dihadirkan disebut berpotensi mengubah catra pengguna berinteraksi dengan ponsel pengguna dalam aktivitas sehari-hari.

Mengutip laporan terbaru FNNews, Samsung dikabarkan bakal menghadirkan fitur “Privacy Display” berbasis kecerdasan buatan (AI) ke lebih banyak model Galaxy S26. Fitur ini disebut tidak lagi eksklusif untuk varian termahal.

Dilansir DigitalTrends, Senin (12/1/2026), jika sebelumnya pengguna harus memilih Galaxy S26 Ultra untuk menikmati teknologi tersebut, kini Galaxy S26 dan Galaxy S26+ versi standar juga dikabarkan akan kebagian fitur serupa. Langkah ini menunjukkan upaya Samsung untuk memperluas pengalaman premium ke lini flagship yang lebih terjangkau.

Fitur ini menjadi solusi yang sejak lama dibutuhkan oleh pengguna, terutama saat mengakses data pribadi di ruang publik seperti di transportasi umum atau kedai kopi. Rasa khawatir layar ponsel dilirik orang lain kini dapat diminimalkan.

Saat diaktifkan, layar tetap terlihat tajam dari depan, namun akan nampak gelap dan sulit dibaca dari arah samping. Dengan konsep sederhana dan teknologi cerdas, fitur ini efektif untuk menjaga privasi pengguna dari risiko shoulder surfing.

Solusi Privasi Tanpa Aksesori Tambahan

Selama ini, pelindung layar privasi dari pihak ketiga kerap menuai keluhan pengguna. Aksesori tersebut biasanya membuat layar akan tampak lebih gelap, mengganggu akurasi warna, sampai menyulitkan saat ingin berbagi tampilan layar atau foto dengan orang lain.

Samsung menawarkan solusi berbeda, yaitu dengan menghadirkan teknologi privasi langsung di sektor perangkat keras. Teknologi ini disebut panel Flex Magic Pixel OLED.

Dengan memanfaatkan AI, teknologi tersebut mampu mengatur arah cahaya langsung di tingkat piksel sehingga sudut pandang layar dapat dipersempit sesuai kebutuhan, tanpa mengorbankan kualitas tampilan bagi pengguna.

Karena membutuhkan panel layar khusus, fitur ini tidak akan hadir melalui pembaruan perangkat lunak pada Galaxy S24 atau S25 generasi lama, melainkan sepenuhnya bergantung pada perangkat keras baru.

Fleksibilitas Jadi Kunci Utama

Bayangkan saat membuka aplikasi m-banking atau pengelola kata sandi, ponsel otomatis beralih ke mode privasi. Ketika berganti ke aplikasi YouTube untuk berbagi video dengan teman, sudut pandang layar akan kembali melebar.

Transisi mulus seperti ini belum tersedia di ponsel saat ini dan berpotensi menjadi keunggulan besar dari Galaxy S26, terutama di tengah pasar smartphone yang dalam beberapa waktu terakhir cenderung hanya berfokus pada peningkatan sektor kamera.

Kehadiran layar privasi ini memunculkan pertanyaan soal posisi Galaxy S26 Ultra. Jika varian standar sudah mengusung teknologi canggih, Samsung dituntut untuk menghadirkan pembeda yang kuat agar label “Ultra” tetap relevan.

Hingga kini, belum dapat dipastikan apakah Gorilla Glass Amor dengan lapisan anti-reflektif akan tetap menjadi fitur eksklusif. Meski demikian, teknologi ini berpotensi menjadi salah satu inovasi yang paling praktis yang dihadirkan oleh Samsung dalam beberapa tahun terakhir.