Rencana GREAT Trust Amerika Bocor: Ingin Bangun Kota Pintar di Atas Kuburan Massal Gaza

AS terus mendukung Israel dalam melakukan genosida terhadap penduduk Palestina. Kini, motif dukungannya terungkap, di mana AS ingin membangun kota pintar di atas kuburan massal Gaza.

Diterbitkan 09 September 2025, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sudah lebih dari dua tahun Amerika Serikat (AS) menggelontorkan dana sebesar USD 10 miliar (sekitar Rp 164,5 triliun) untuk membantu Israel meluluhlantakkan penduduk Gaza.    

Mengutip Gizmodo, Selasa (9/9/2025), upaya ini belakangan terungkap memiliki sebuah motif untuk mendirikan kota-kota pintar yang didukung dengan Artificial Intelligence (AI).

Hadirnya pembangunan kota pintar tersebut mengundang segudang sikap prihatin, di mana Donald Trump berencana ingin mengubah puing-puing Gaza yang dipenuhi mayat menjadi ”Riviera Timur Tengah.”

Menurut laporan The Washington Post, mereka berhasil mendapatkan bukti rencana keji ini dalam sebuah prospektus setebal 38 halaman. Rencana relokasi ini disebut sebagai The Gaza Reconstitution, Economic Acceleration and Transformation (GREAT Trust).

Terdengar baik, namun untuk melesatkan pembangunan masif, pemerintahan AS akan mengelola daerah tersebut sebagai “trusteeship” dalam kurun waktu 10 tahun.

Hal ini sebenarnya merupakan sebuah proyek tak etis, mendirikan kota pintar di atas kuburan massal penduduk Gaza.

Di dalam rentang waktu tersebut juga, mereka ingin seluruh penduduk Gaza pindah secara sukarela. Jika tidak segera pindah, warga akan ditempatkan di sebuah zona aman dalam wilayah isolasi proyek rekonstruksi.

Gambaran Rencana Awal GREAT Trust

1. Humanitarian Transition Area (Zona Aman Sementara)

  • Pendirian area penampungan sementara untuk warga Gaza yang tidak ingin keluar dari tanah air mereka.
  • Bertujuan untuk memberikan tempat perlindungan aman dan tenang dari gangguan Hamas saat Gaza dibangun kembali menjadi kota pintar.
  • Keamanan di zona ini akan diatur oleh pihak luar dan tokoh masyarakat setempat.

<p>KAI Commuter menerima satu rangkaian sarana Kereta Rel Listrik (KRL) terbaru produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA yang telah tiba di Jakarta untuk menjalani rangkaian uji dinamis.</p>

2. Proyek Jalur Kereta Api

  • Proyek pembangunan jalur kereta api listrik untuk transportasi dan mobilitas manusia serta barang.
  • Bertujuan menjadikan Gaza sebagai pusat ekonomi penting yang menghubungkan wilayah India, Timur Tengah, dan Eropa (IMEC).
  • Proyek besar ini diharapkan bisa membuka banyak lapangan kerja dan menghidupkan kembali ekonomi Gaza.

Dalam 24 jam terakhir, sebuah pernyataan kementerian mengatakan bahwa ada 88 jenazah dibawa ke rumah sakit, sementara 365 orang terluka. (Omar AL-QATTAA/AFP)

3. Rumah Tinggal Permanen dan Sementara

  • Sebuah program pembangunan rumah baru layak huni bagi seluruh warga Gaza (baik yang ingin mengikuti kebijakan GREAT Trust dengan pindah selama 10 tahun maupun tetap tinggal di zona aman).
  • Pembangunan akan dimulai setelah kondisi aman dan akan berjalan selama beberapa tahun.
  • Wujud pembangunannya terbagi menjadi beberapa bagian. Bantuan dana bagi yang mau pindah ke luar negeri secara penuh selama 4 tahun, dan bantuan rumah modular/hunian sementara.
  • Tujuannya: dalam 10 tahun, semua warga yang tinggal di Gaza akan memiliki rumah permanen milik sendiri.

Dampak Proyek Kota Pintar bagi Penduduk Gaza menurut Agenda GREAT Trust

Dampak Positif:                                                             

  • Gaza bertransformasi dan terintegrasi ke dalam struktur Abrahamic dan inisiatif IMEC yang lebih luas.
  • Penciptaan 1 juta lapangan kerja (dalam waktu 10 tahun)
  • Peningkatan PDB 11 kali lipat dari USD 2,7 miliar (sekitar Rp 44,4 triliun) per tahun, jadi USD 200 miliar (sekitar Rp 3,3 kuadriliun) kumulatif 10 tahun
  • Transformasi menjadi pusat Mediterania untuk manufaktur, perdagangan, data, dan pariwisata--didukung teknologi Israel dan investasi GCC10.
  • Terwujudnya pemerintahan mandiri Palestina yang direformasi dan didenaradicalisasi, serta pengiriman bantuan yang aman dan bebas Hamas.

Dampak Negatif:

  • Gaza mengalami ketegangan, kemiskinan, dan ketergantungan bantuan dalam jangka panjang karena pemerintahan Hamas.
  • Terjadi keruntuhan ekonomi total setelah pengambilalihan oleh Hamas.
  • Terjadinya penghancuran gila-gilaan terhadap wilayah yang disebut sebagai "Proxy Iran".
  • Tingginya tingkat pengangguran
  • Masih tinggi dan diperlukannya aktivitas penanganan bahan peledak melalui metode UXO (pengamanan amunisi yang belum meledak)

Dampak Proyek Kota Pintar bagi Zionis Israel menurut Agenda GREAT Trust

Dampak Positif:

  • Memperkuat posisi di Mediterania Timur.
  • Mengukuhkan arsitektur regional Abrahamic dan mempercepat inisiatif IMEC (India–Middle East–Europe Economic Corridor).
  • Mengamankan posisi dalam negeri dari Gaza yang semula "Proxy Iran" menjadi sekutu Abrahamic.
  • Meningkatkan keamanan melalui demiliterisasi serta deradikalisasi Gaza dan dukungan transformasi teknologi di Gaza dengan bantuan Israel.
  • Hadirnya kerja sama kendaraan listrik Amerika di Gaza utara dan Israel Selatan.

Dampak Negatif:

  • Beratnya tanggungan keamanan di Tepi Barat oleh Zionis Israel.
  • Fase awal rencana melibatkan perjuangan Israel untuk membongkar kedok Hamas.
  • Israel akan mempertahankan hak-hak menyeluruh untuk memenuhi kebutuhan keamanannya selama periode transisi.

Infografis Perbandingan Persenjataan Iran Vs Israel. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)