Sukses

Tiongkok Kirim 3 Astronaut untuk Lanjutkan Pembangunan Stasiun Luar Angkasa Tiangong

Liputan6.com, Jakarta - Tiongkok meluncurkan tiga astronaut mereka ke luar angkasa, dan telah tiba di modul inti Tianhe dari stasiun luar angkasa Tiangong yang belum selesai pada hari Minggu sore waktu setempat.

Ketiga astronaut ini nantinya akan menetap selama enam bulan untuk menyelesaikan pembangunan stasiun luar angkasa Tiongkok tersebut.

Dikutip dari The Verge, Senin (6/6/2022), ketiga astronaut dalam penerbangan tersebut adalah Chen Dong, Cai Xuzhe, dan Liu Yang.

Pesawat mereka, Shenzhou 14, lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi pada Sabtu pukul 10.44 waktu setempat. Mereka akhirnya berlabuh di Tianhe pada pukul 17.42 waktu setempat.

Mengutip Space.com, para astronaut ini nantinya akan melakukan berbagai eksperimen ilmiah, kegiatan pendidikan, dan beberapa perjalanan antariksa selama berada di orbit.

Selain itu, pihak berwenang terkait antariksa Tiongkok juga mengungkapkan bahwa mereka juga akan memasang beberapa peralatan baru di dalam dan di luar Tianhe.

Ketiganya juga akan mengawasi kedatangan dua modul Tiangong lainnya yaitu Wentian dan Mengtian, yang direncanakan bakal meluncur masing-masing di bulan Juli dan Oktober.

Wentian dan Mengtian akan terpasang di kedua sisi Tianhe, membentuk pos orbit berbentuk T sekitar 20 persen sebesar Stasiun Luar Angkasa Internasional. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Target Selesaikan Tiangong

Dua misi berawak sebelumnya ke Tianhe, Shenzhou 12 dan Shenzhou 13, juga mengirim tiga astronaut ke modul inti.

Shenzhou 12 diluncurkan pada Juni 2021 dan berlangsung selama tiga bulan, sementara Shenzhou 13 selama enam bulan dan diluncurkan pada Oktober untuk kemudian kembali ke Bumi pada pertengahan April.

Misi berikutnya yaitu Shenzhou 15, diperkirakan akan meluncur sekitar akhir tahun. Jika semua berjalan lancar, misi tersebut akan bertumpang tindih dengan Shenzhou 14, menandai serah terima kru pertama stasiun tersebut.

Shenzhou 14 sendiri menjadi misi berawak ketiga Tiongkok ke luar angkasa, sejak peluncuran modul Tianhe pada April 2021.

Diketahui, Tiongkok menargetkan pembangunan stasiun luar angkasa Tiangong akan selesai di akhir tahun ini, dengan peluncuran modul teleskop Xuntian yang dijadwalkan pada tahun 2023.

3 dari 4 halaman

Astronaut Ungkap Bau dan Aroma Luar Angkasa

Sebelumnya, astronaut mengungkapkan apa yang mereka pikirkan tentang bau luar angkasa dan kamu mungkin pernah mencium sesuatu yang serupa sebelumnya.

Mencium luar angkasa adalah konsep yang tidak biasa karena astronaut tidak bisa melepas helm mereka dan benar-benar hanya mencium lingkungan mereka di luar pesawat ruang angkasa.

Mengutip The Sun, Jumat (6/5/2022), bau di Bumi tercipta ketika suatu zat melepaskan molekul ke udara dan memasuki hidung kita.

Luar angkasa adalah ruang hampa tanpa udara sehingga jika seorang astronaut mencoba menciumnya secara langsung, mereka akan mati.

Namun, masalah yang agak besar ini tidak menghentikan beberapa astronaut, di mana mereka melaporkan secara tidak langsung telah mencium aroma tak biasa yang serupa ketika mereka kembali dari perjalanan luar angkasa.

Ketika astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional kembali memasuki airlock dan melepas helm, mereka terkadang melaporkan bau terbakar atau semacam aroma logam.

"Ini seperti sesuatu yang belum pernah saya cium sebelumnya, tapi saya tidak akan pernah melupakannya," kata Astronaut NASA Kevin Ford kepada Space.com.

 

4 dari 4 halaman

Kue Almond yang Dibakar

Anousheh Ansari, turis luar angkasa wanita pertama, dengan yakin menyatakan bahwa luar angkasa berbau seperti 'kue almond yang dibakar'.

Astronaut lain melaporkan bau barbekyu, pengelasan, bubuk mesiu, dan logam yang terbakar. Namun, tidak ada yang tahu pasti dari mana aroma itu berasal.

NASA bahkan menjadikan bau sebagai bagian dari pelatihan astronautnya sehingga mereka tidak akan terkejut dengan sensasinya.

Sebuah teori menyebut bau itu berasal dari 'bintang yang sekarat', dikatakan menghasilkan molekul tajam yang mengapung di sekitar alam semesta.

Teori lain, menurut Australian Academy of Science, reaksi kimia yang disebut oksidasi dapat menghasilkan bau ketika astronaut memasuki pesawat setelah berada di luar angkasa.

Para ilmuwan berpikir molekul dapat menempel pada pakaian antariksa saat mereka berada di ruang hampa. Molekul-molekul ini kemudian bisa berubah ketika mereka dibawa melalui airlock dan menciptakan bau.

(Dio/Ysl)