Apple M6 Hadir Tanpa Varian Pro dan Max, Pertama Kali Sejak 2020

Apple dilaporkan tidak akan merilis M6 Pro dan M6 Max. Chip M6 hanya hadir dalam satu varian, sementara fokus pengembangan langsung beralih ke M7.

Diterbitkan 30 Juni 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Apple dilaporkan tidak akan merilis varian Pro dan Max dari chip M6 untuk lini Mac, dan memilih untuk meluncurkan chip M6 versi standar.. Menandai perubahan strategi pertama sejak Apple Silicon diperkenalkan pada 2020.

Biasanya, Apple merilis chip dasar terlebih dulu, lalu menghadirkan versi Pro, Max, dan Ultra untuk perangkat dengan performa lebih tinggi.

Perusahaan memilih mengalihkan prioritas pengembangan chip mereka langsung ke generasi M7, sebagaimana dikutip dari laporan Bloomberg, Selasa (30/6/2026).

Kabarnya, chip M6 versi standar akan dirilis pertama kali di lini MacBook Pro entry-level pada akhir 2026. Meski hanya ada satu varian, M6 diyakini membawa sejumlah peningkatan besar dibandingkan M5. 

Selain membawa arsitektur memori baru, Neural Engine di M6 juga mengalami peningkatan, serta kenaikan performa di seluruh core pemrosesan.

Sektor grafis turut mendapat perhatian. Apple dikabarkan menguji GPU baru dengan konfigurasi hingga 12 core, naik dari batas maksimal 10 core pada M5. 

GPU ini dirancang untuk menangani beban kerja AI, grafis, dan rendering secara bersamaan.

Apple Ingin Fokus ke M7, Kenapa? 

Meski chip M6 membawa sejumlah peningkatan, lini M7 tampaknya akan menjadi fokus utama Apple berikutnya. Chip M7 standar dijadwalkan meluncur paling cepat pada paruh pertama 2027.

Sementara itu, M7 Pro dan M7 Max dijadwalkan menyusul hadir di lini Mac pada akhir 2027. Untuk M7 Ultra, chip itu diprediksi baru tersedia secara global pada 2028. 

Lini M7 disebut dirancang dengan fokus besar pada pemrosesan AI on-device. Versi dasar M7 diperkirakan mendukung bandwidth memori sekitar 240GB per detik, lebih tinggi dari M6.

Apple Naikkan Harga MacBook hingga iPad

Apple akhirnya memutuskan untuk menaikkan harga hampir seluruh lini perangkat mereka secara global mulai hari ini, Jumat (26/6/2026), mulai dari HomePod, iPad, MacBook, Mac Studio, Vision Pro, hingga Apple TV.

Penyesuaian harga ini sangat jarang dilakukan oleh perusahaan berbasis di Cupertino tersebut. Kenaikan harga ini merupakan imbas dari lonjakan harga komponen memori di berbagai perangkat Apple.

Perubahan harga produk ini sempat dikonfirmasi oleh CEO Apple, Tim Cook, ketika dirinya diwawancara The Wall Street Journal. Kala itu, Tim Cook, menyebut, “sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari.”

Cook mengatakan, Apple telah berupaya menahan dampak kenaikan biaya agar tidak sepenuhnya dibebankan kepada konsumen. Tetapi, kondisi pasar komponen saat ini membuat ruang gerah perusahaan semakin terbatas.

“Kami melakukan terbaik untuk mengurangi kenaikan besar dibebankan kepada kami, dan kami telah mencoba melindungi pelanggan kami dari kenaikan tersebut, tetapi situasinya telah menjadi tidak berkelanjutan,” ujarnya. 

Terlepas dari hal tersebut, kabar melegakan datang dari lini iPhone. Hingga saat ini, seluruh seri iPhone yang beredar secara global masih belum mengalami kenaikan harga. 

Tak hanya itu, perangkat seperti AirPods, Apple Pencil, dan Studio Display juga dijual dalam banderol harga lama.

Harga MacBook dan Mac Studio Naik Paling Tajam

Dari sekian perangkat Apple yang naik harga, lini Mac menjadi kategori dengan lonjakan paling terasa. Salah satu paling terlihat jelas adalah MacBook Neo, laptop entry-level yang baru diluncurkan Apple beberapa bulan lalu.

Saat dirilis, MacBook Neo dengan penyimpanan 256GB dijual seharga USD 599 atau sekitar Rp 10,7 jutaan. Kini, laptop tersebut dijual USD 699 atau sekitar Rp 12,58 juta, naik USD 100 dari harga sebelumnya.

Produk lainnya adalah MacBook Air 13 inci ikutan naik sebesar USD 200 menjadi USD 1.299 atau sekitar Rp 23,34 juta, dan MacBook Pro 14 inci kini dijual seharga USD 1.999 atau sekitar Rp 35,93 juta, naik USD 300.

Kenaikan lebih besar terjadi pada MacBook Pro 16 inci. Laptop tersebut kini dijual USD 2.999 atau sekitar Rp 53,9 juta, naik USD 500 dibanding harga lama.

Harga iPad, HomePod, dan Apple TV Ikutan Naik

Lini iPad juga tidak luput dari kenaikan harga. iPad standar saja naik dari USD 349 menjadi USD 449. iPad mini kini dijual USD 599, sedangkan iPad Air 11 inci naik menjadi USD 749.

Di kelas premium, iPad Pro 11 inci kini dibanderol USD 1.199, sementara iPad Pro 13 inci naik menjadi USD 1.499. Vision Pro ikut naik dari USD 3.499 menjadi USD 3.699 atau sekitar Rp 66,48 juta.

Perangkat rumah pintar Apple juga masuk daftar penyesuaian harga. HomePod mini kini dijual USD 129 atau sekitar Rp 2,32 juta, naik USD 30 dari harga lama USD 99.

HomePod reguler naik USD 50 menjadi USD 349 atau sekitar Rp 6,28 juta. Apple TV ikut mengalami kenaikan cukup besar, dari USD 129 menjadi USD 199 atau sekitar Rp 3,58 juta.

Perlu diingat, estimasi rupiah dalam artikel ini masih menggunakan kurs Rp 17.975 per USD.