Sukses

CEO Clubhouse Bantah 1,3 Juta Data Pengguna Bocor di Forum Hacker

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini, Cyber News melaporkan database SQL berisikan 1,3 juta data pengguna Clubhouse bocor dan tersedia secara gratis di forum hacker.

Kabar kebocoran data ini pun langsung ditanggapi oleh CEO Clubhouse, Paul Davidson. Dia mengatakan, laporan yang mengatakan data pribadi pengguna bocor adalah salah.

"Tidak, kabar ini menyesatkan dan salah, ini adalah artikel clickbait, kami tidak diretas," jelas Paul Davidson, sebagaimana dikutip dari The Verge, Senin (12/4/2021).

Dia menambahkan, "Data yang dirujuk dalam laporan adalah semua informasi profil publik dari aplikasi. Jadi yang pasti jawabannya adalah tidak."

Informasi, Cyber News merilis sebuah laporan yang mengatakan database SQL berisikan informasi 1,3 juta data pengguna Clubhouse bocor dan tersedia secara gratis di forum hacker.

Adapun database yang bocor di internet itu berisi berbagai informasi terkain profil pengguna Clubhouse, termasuk user ID, nama, URL foto, username, akun Twitter, dan akun Instagram.

Informasi lain yang juga bocor, antara lain jumlah follower, jumlah orang yang di follow, tanggal akun dibuat, dan nama profil pengguna yang mengundang ke Clubhouse.

 

2 dari 3 halaman

Informasi Pengguna Clubhouse yang Bocor

Clubhouse (sumber: Unsplash)

Walau database SQL yang bocor hanya berisi informasi profil Clubhouse, dan tidak ada data yang sangat sensitif seperti detail kartu kredit atau dokumen lainnya bukan berarti tidak ada dapat disalahgunakan oleh pelaku kejahatan.

Karena profil pengguna Clubhouse terhubung dengan profil media sosial pengguna lainnya, pelaku kejahatan dapat melancarkan serangan yang berbahaya terhadap korbannya.

3 dari 3 halaman

Malware di Clubhouse Versi PC Palsu

Aplikasi Clubhouse (Foto: CNET)

Baru-baru ini, pelaku kejahatan siber memposting sebuah iklan di Facebook tentang aplikasi Clubhouse versi PC. Nyatanya, aplikasi Clubhouse versi PC ini yang diklankan ke Facebook tersebut adalah palsu dan berisikan malware berbahaya.

Menurut laporan TechCrunch, Sabtu (10/4/2021), korban yang mengklik iklan di Facebook itu akan dialihkan ke laman web Clubhouse palsu.

Di laman web Clubhouse palsu tersebut, pelaku kejahatan juga menyertakan sebuah tautan download untuk aplikasi yang berisikan malware tersebut.

(Ysl/Isk)