Sukses

Waspada, Penjahat Siber Sembunyikan Malware di Clubhouse Versi PC Palsu

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini, pelaku kejahatan siber memposting sebuah iklan di Facebook tentang aplikasi Clubhouse versi PC.

Nyatanya, aplikasi Clubhouse versi PC ini yang diklankan ke Facebook tersebut adalah palsu dan berisikan malware berbahaya.

Menurut laporan TechCrunch, Sabtu (10/4/2021), korban yang mengklik iklan di Facebook itu akan dialihkan ke laman web Clubhouse palsu.

Di laman web Clubhouse palsu tersebut, pelaku kejahatan juga menyertakan sebuah tautan download untuk aplikasi yang berisikan malware tersebut.

Setelah diunduh dan dibuka, aplikasi Clubhouse versi PC palsu itu akan berkomunikasi dengan server utama untuk mendapatkan instruksi apa yang dilakukan berikutnya.

Diteliti lebih dalam, malware itu berusaha menginfeksi perangkat korban dan mengunci akses (menyandera) berbagai file yang ada di dalam perangkat dengan ransomware.

Hanya dalam waktu semalam, situs web Clubhouse palsu--yang dihosting di Rusia--tersebut sudah offline. Dengan begitu, malware pun berhenti bekerja.

2 dari 3 halaman

Penjahat Siber Manfaatkan Populeritas Aplikasi

Hacker asal Rusia kabarnya mencuri data rahasia milik NSA. (Doc: Lifehacker)

Lebih lanjut, tidak jarang penjahat dunia maya menyesuaikan metode penyebaran malware mereka dengan cara "mendompleng" popularitas sebuah aplikasi.

Clubhouse sendiri dilaporkan sudah diunduh lebih dari 8 juta kali secara global hingga saat ini, walau aplikasi tersebut hanya bisa diakses bila pengguna mendapatkan undangan.

Melihat antusiasme pengguna yang tinggi, tentunya hal tersebut mendorong pelaku kejahatan memanfaatkan aplikasi tersebut untuk berbuat jahat.

3 dari 3 halaman

Twitter Sempat Ingin Akuisisi Clubhouse

Ilustrasi Twitter (Liputan6.com/Sangaji)

Twitter dilaporkan pernah berupaya untuk mengakuisii aplikasi Clubhouse. Informasi ini pertama kali diketahui dari laporan Bloomberg berdasarkan sumber yang mengetahui kabar tersebut.

Dikutip dari The Verge, Kamis (8/4/20921), Twitter bahkan disebut telah menyiapkan dana sekitar US$ 4 miliar atau sekitar Rp 58 triliun untuk melakukan akusisi ini. Namun pembicaraan tersebut kini telah berhenti, tanpa diketahui alasannya.

Informasi ini terbilang mengagetkan, sebab Twitter sendiri sudah memiliki layanan serupa Clubhouse yang diberi nama Spaces. Menyusul laporan ini, baik Twitter dan Clubhouse belum ada yang memberikan komentar.

(Ysl/Tin)

BERANI BERUBAH: Rezekiku dari Offline ke Online