Sukses

Facebook Blokir Penerbit dan Pengguna di Australia Bagikan Konten Berita

Liputan6.com, Jakarta - Facebook kini memblokir para penerbit dan pengguna di Australia untuk membagikan konten berita.

Perusahaan menyebut menempuh langkah ini sehubungan dengan usulan undang-undang setempat mengenai Media Bargaining. Raksasa media sosial itu mengaku usulan undang-undang itu membuat mereka menghadapi pilihan sulit.

"Dengan berat hati, kami memilih berhenti mengizinkan konten berita pada layanan kami di Australia," tutur William Easton, Managing Director, Facebook Australia & New Zealand.

Dibandingkan dengan Google Search, Easton mengatakan platform Facebook memiliki hubungan dengan penerbit dan berita yang secara fundamental berbeda.

Google Search, menurut dia, terkait erat dengan berita dan para penerbit tidak secara sukarela menyediakan konten mereka.

"Di sisi lain, para penerbit dengan sukarela memilih untuk membagikan berita mereka di Facebook karena memungkinkan mereka untuk meraih lebih banyak langganan berita [dari pengguna Facebook], menumbuhkan audiens mereka, dan meningkatkan pendapatan iklan," ujar Easton.

 

2 dari 2 halaman

Upaya tiga tahun terakhir

Selama tiga tahun terakhir dia menyatakan perusahaan telah bekerja sama dengan Pemerintah Australia untuk menemukan solusi atas isu ini.

Misalnya, mereka telah berupaya mewujudkan aturan yang akan mendorong inovasi dan kolaborasi antara platform digital dan organisasi berita.

"Sayangnya, usulan undang-undang ini tidak melakukan itu," tutur Easton.

Selain itu, Facebook sebetulnya sudah bersiap merilis layanan Facebook News di Australia dan secara signifikan meningkatkan investasi dengan para penerbit lokal. Namun, diakui oleh Easton, perusahaan hanya siap melaksanakan rencana itu dengan aturan yang tepat.

BERANI BERUBAH: Dodol Perekat Korban PHK