Sukses

Bos Twitter: Keputusan Bekukan Permanen Akun Donald Trump Tepat

Liputan6.com, Jakarta - CEO TwitterJack Dorsey memberikan penjelasan mengenai pembekuan permanen akun Presiden AS Donald Trump dari platform Twitter.

Dalam serangkaian tweet, Jack Dorsey mengungkap pembekuan akun Donald Trump adalah keputusan yang tepat yang diambil Twitter.

"Kerusakan langsung yang disebabkan unggahan online sangat terbukti nyata. Hal ini yang terutama mendorong penegakan kebijakan kami," kata Jack Dorsey dalam cuitannya, dikutip dari The Verge, Kamis (14/1/2021).

Dorsey mengakui, ketika hal tersebut terjadi, Twitter telah gagal mempromosikan percakapan yang sehat.

"Twitter perlu melihat secara kritis inkonsistensi kebijakan dan penegakan kami. Platform membutuhkan lebih banyak transparansi dalam hal moderasi," katanya.

Sekadar informasi, lima hari lalu, jejaring sosial microblogging Twitter memutuskan untuk membekukan secara permanen akun Donald Trump.

2 dari 3 halaman

Berisiko Menimbulkan Kekerasan

Alasannya adalah cuitan Donald Trump di akun @realDonaldTrump bersifat menghasut dan mengandung risiko kekerasan lebih lanjut.

Dibekukannya akun orang nomor satu AS tersebut dilakukan dua hari setelah Donald Trump mengajak massa pendukungnya untuk berkumpul di Gedung Capitol Hill di Washington D.C, guna menolak keputusan Congress yang memenangkan Joe Biden dalam Pilpres AS 2020.

Twitter sebelumnya sempat menghapus dua cuitan Donald Trump yang dianggap menghasut masyarakat.

3 dari 3 halaman

Berdampak Nyata dan Signifikan

Jack Dorsey mengatakan, pembekuan akun Donald Trump memiliki dampak nyata dan signifikan.

Bos Twitter ini berpendapat, penangguhan akun Donald Trump secara luas oleh banyak platform menihilkan gagasan bahwa ketika orang tidak menyukai aturan Twitter, mereka bisa beralih ke platform lain.

Sekadar informasi, hampir dalam waktu yang sama, Facebook memblokir akun Donald Trump tanpa batas waktu. YouTube juga belakangan menangguhkan akun milik Donald Trump.

Bahkan baru hari ini, Kamis 14 Januari 2021, Snapchat juga memblokir akun Presiden Donald Trump.

(Tin/Ysl)