Orang Indonesia Bikin 9 Juta Gambar AI Tiap Hari Pakai Gemini

Berdasarkan laporan dari Google, 82% pengguna di Indonesia mengakses Gemini melalui perangkat seluler.

Diterbitkan 14 Juli 2026, 15:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laporan terbaru Gemini Report: Southeast Asia 2026 mengungkap pengguna platform kecerdasan buatan (AI) di Indonesia kini mulai meninggalkan keyboard konvensional. Mereka lebih memilih berinteraksi dengan AI menggunakan perintah suara, foto, hingga video.

Berdasarkan laporan dari Google tersebut, sebanyak 82% pengguna di Indonesia mengakses Gemini melalui perangkat seluler.

Menariknya, satu dari dua instruksi (prompt) yang dikirimkan pengguna Indonesia kini memanfaatkan input multimodal, seperti mengirimkan foto atau rekaman suara langsung dari ponsel mereka.

Kepopuleran ini tidak lepas dari kemampuan bahasa Gemini yang sangat fasih memahami konteks lokal. Sekitar 80% prompt yang dikirimkan dari Indonesia ditulis dalam Bahasa Indonesia sehari-hari, bukan bahasa Inggris.

Kemudahan berbahasa ibu dan akses lewat ponsel pintar ini memicu ledakan kreativitas visual yang masif. Netizen Indonesia tercatat menghasilkan sekitar 9 juta gambar setiap harinya menggunakan Gemini. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai pemimpin regional dalam hal inovasi visual berbasis AI di Asia Tenggara.

Vice President for Southeast Asia and South Asia Frontier Google, Sapna Chadha, menjelaskan pertumbuhan pesat ini didorong oleh fleksibilitas teknologi yang mampu melebur dengan kebiasaan lokal.

"Masyarakat tidak hanya beradaptasi dengan Gemini, mereka menggunakannya dengan cara mereka sendiri--dalam modalitas yang mereka sukai, dalam bahasa yang yang mereka gunakan, dan dalam konteks yang unik bagi kehidupan mereka," ujar Sapna di acara virtual Press Briefing Gemini SEA Report, Selasa (14/7/2026).

Ia menambahkan, perusahaan bangga melihat Gemini telah menjadi AI pilihan bagi banyak pengguna di seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

 

AI Bukan Sekadar Alat Eksperimen

"Yang membuat kawasan ini begitu luar biasa adalah betapa alaminya teknologi ini terjalin ke dalam kehidupan sehari-hari," Sapna memungkaskan.

Ketangkasan berbahasa ini juga divalidasi oleh lembaga think-tank AI Singapore melalui pengujian Southeast Asia Holistic Evaluation of Language Models (SEA-HELM), yang menobatkan Gemini sebagai model bahasa multibahasa (multilingual LLM) dengan performa terbaik di Asia Tenggara.

Melalui laporan ini, terlihat jelas bahwa AI bukan lagi sekadar alat eksperimen bagi para pencinta teknologi di Indonesia, melainkan asisten harian yang praktis dan dinamis untuk mendukung mobilitas tinggi penggunanya.

Â