Liputan6.com, Jakarta - Pasar telepon pintar (smartphone) global tengah menghadapi pukulan telak. Berdasarkan data terbaru dari lembaga riset Counterpoint Research, pengiriman ponsel global merosot hingga 11% sepanjang tiga bulan terakhir.
Angka ini menandai titik terendah industri ponsel pintar dalam 13 tahun terakhir, tepatnya sejak tahun 2013.
Dilaporkan CNET, Selasa (14/7/2026), kelangkaan chip memori disebut sebagai biang keladi utama yang memicu lonjakan harga perangkat dan menekan daya beli masyarakat.
Advertisement
Perlambatan ini merupakan konsekuensi langsung dari kebuntuan rantai pasok global. Saat ini, para produsen chip lebih memprioritaskan pasokan untuk memenuhi kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang sedang naik daun.
Akibatnya, produsen ponsel harus menghadapi kenaikan biaya produksi yang pada akhirnya dibebankan kepada konsumen melalui harga jual yang lebih mahal.
Laporan tersebut menyoroti bahwa krisis komponen ini berdampak paling parah pada produsen ponsel kelas low-end dan mid-end yang sangat sensitif terhadap harga memori, seperti Xiaomi, Vivo, dan Oppo.
"Lonjakan biaya memori memicu volatilitas pasar yang tinggi. Akibatnya, para produsen peralatan asli (OEM) mencatat penurunan pengiriman hingga dua digit secara tahunan (year-on-year)," tulis Counterpoint Research dalam laporannya.
Kondisi ini memaksa konsumen menunda pembelian ponsel baru atau memilih beralih ke perangkat generasi sebelumnya dibanding melakukan upgrade.
Apple dan Samsung Masih Perkasa
Di tengah kelesuan pasar, dua raksasa teknologi, Apple dan Samsung, justru menunjukkan tren berkebalikan. Keduanya berhasil melawan arus dengan mencatatkan pertumbuhan positif.
Samsung berhasil merebut kembali posisi puncak dengan pangsa pasar 24% setelah pengirimannya tumbuh 4%.
Sementara Apple, mencetak rekor pangsa pasar 20% berkat kuatnya permintaan untuk lini iPhone premium, dengan angka pengiriman naik 3%.
Selain faktor loyalitas merek yang kuat, ketahanan segmen premium ini didorong oleh sistem bundling dengan kontrak operator seluler. Sistem ini dinilai efektif meringankan biaya awal yang harus dibayarkan oleh konsumen.
Advertisement
Ancaman 'RAMageddon' Meluas ke Laptop dan Konsol
Counterpoint memproyeksikan pengiriman smartphone global secara total akan turun sekitar 14% hingga akhir tahun ini. Krisis kelangkaan memori global ini bahkan diperkirakan masih akan berlanjut hingga 2027.
Guna bertahan, produsen ponsel murah diprediksi akan memangkas model-model dengan margin keuntungan rendah dan lebih memanfaatkan perangkat refurbished (rekondisi) serta ponsel generasi lama untuk menggaet konsumen yang sensitif harga.
Fenomena yang kini dijuluki sebagai "RAMageddon" ini nyatanya tidak hanya mengancam industri ponsel, tetapi juga merembet ke sektor elektronik lain seperti laptop dan konsol gim. Data dari firma riset IDC menunjukkan pengiriman PC global sudah merosot 4,9% menjadi 68,2 juta unit pada kuartal ketiga.
Meski beberapa perusahaan sempat berupaya menahan lonjakan biaya riset secara internal, tekanan pasar tampaknya sudah tidak terbendung. Bulan lalu, CEO Apple Tim Cook mengumumkan perusahaan mulai membebankan kenaikan biaya komponen ini kepada pembeli, yang berdampak pada kenaikan harga sejumlah model MacBook hingga USD 200 (sekitar Rp 3,6 jutaan).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379728/original/080061400_1760356827-20251013_140108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8664960/original/043448300_1782695234-Smartphone_Jatuh_di_Permukaan_Keras.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710891/original/090798400_1782791218-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.25__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776165/original/067157000_1782861161-mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295984/original/006342200_1783998580-000_B8H387Q.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869219/original/061225400_1782930973-ko4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8321222/original/082863400_1782190021-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303531/original/058987900_1782168483-AP26173793551298-Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295972/original/094968200_1783998125-063_2285118941.jpg)