Soal Rating S&P Global, Purbaya: Indonesia Tak Cemas tapi Menuju Emas

S&P Global pertahankan peringkat Indonesia, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, lembaga internasional yang benar melihat kebijakan pemerintah baik.

Diterbitkan 14 Juli 2026, 15:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai, pengumuman lembaga pemeringkat S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia BBB dengan outlook stabil melihat kebijakan pemerintah Indonesia baik. Hal itu juga dinilai membuktikan sejumlah sentimen negatif terhadap perekonomian nasional tidak terbukti.

Mengutip Antara, Selasa, (14/7/2026), dalam laporan bertajuk Indonesia Ratings Affirmed At ‘BBB/A-2, Outlook Stable kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.

“Hal yang kita ambil positif dari pernyataan atau rating S&P ini adalah dari awal tahun sampai sekarang kita selalu didera oleh berita negatif, rating kita akan turun, anggaran dilakukan secara brutal, dan lain-lain sehingga ada Kesan peringkat utang kita akan diturunkan, bukan hanya outlook-nya saja,” ujar Purbaya ketika menanggapi salah satu fraksi dalam Rapat Paripurna DPR Ke-25 Masa Persidangan V di Jakarta.

Purbaya menuturkan, keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia menjadi kabar baik sekaligus menunjukkan kepercayaan lembaga pemeringkat internasional terhadap arah kebijakan pemerintah.

"Jadi, pengumuman S&P ini memberikan indikasi yang jelas bahwa memang lembaga internasional yang benar, yang jujur dan prudent dan independent melihat kebijakan kita baik," kata dia.

Purbaya menilai, hasil tersebut juga tidak terlepas dari komunikasi yang dilakukan pemerintah bersama DPR dengan investor dan lembaga pemeringkat saat kunjungan ke Amerika Serikat (AS) pada April 2026.

"Beberapa bulan lalu, bulan April, kami dan anggaran DPR RI datang ke sana, Pak Misbakhun (Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun), Pak Hekal (Wakil Ketua Komisi XI Mohamad Hekal) ketemu investor dan S&P, dan menggambarkan bahwa di Indonesia tidak sama dengan negara lain," kata dia.

 

 

 

DPR dan Pemerintah Satu Kesatuan yang Baik

Ia mengatakan dalam pertemuan tersebut, pemerintah dan DPR menjelaskan hubungan keduanya berjalan baik sehingga kebijakan yang diambil memiliki kesinambungan.

"DPR dengan Pemerintah adalah satu kesatuan yang baik, sehingga mereka bisa melihat bahwa kebijakan kita adalah kebijakan yang utuh dan betul-betul bertujuan untuk memakmurkan rakyat tanpa melanggar undang-undang yang ada," ujar Purbaya.

Maka dari itu, hasil penilaian S&P memandang kebijakan ekonomi Indonesia berada pada jalur yang tepat.

 

Menuju Indonesia Emas

Ke depan, Purbaya berharap sinergi antara pemerintah dan DPR terus terjaga agar pengelolaan APBN tetap dilakukan secara prudent, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta terhindar dari penyimpangan.

Afirmasi peringkat kredit S&P juga bisa menjadi momentum untuk membangun optimisme di kalangan masyarakat, pelaku pasar keuangan, dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

"Saya pikir ke depan dengan berita ini kita bisa mulai lebih berani menceritakan sentimen positif ke masyarakat, ke pasar modal dan lain-lain termasuk rupiah bahwa kita ke depan tinggal maju saja tidak mundur lagi. Jadi, Indonesia tidak Indonesia cemas tapi Indonesia menuju ke Indonesia emas," tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6