Penyaluran KUR Tembus Rp 159,8 Triliun per Juli 2026

Target Rp 295 triliun, realisasi penyaluran KUR hingga Juli 2026 sudah menyentuh Rp 159,8 triliun untuk jutaan pelaku UMKM.

Diterbitkan 13 Juli 2026, 17:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melaporkan perkembangan terbaru mengenai program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga 12 Juli 2026, dana subsidi modal yang sudah digelontorkan ke masyarakat menyentuh angka Rp 159,8 triliun. Realisasi ini setara dengan 54,2 persen dari keseluruhan target tahunan yang dipatok sebesar Rp 295 triliun. 

Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting, menjelaskan bahwa serapan KUR tersebut sejauh ini telah dimanfaatkan oleh kurang lebih 2,5 juta pelaku usaha.

Dari total penerima manfaat tersebut, sebanyak 1,1 juta orang merupakan pelaku usaha yang baru pertama kali mendapatkan KUR, atau sudah memenuhi 83,5 persen dari proyeksi tahunan. Di sisi lain, jumlah pelaku usaha yang berhasil naik kelas atau lulus dari program (debitur graduasi) tercatat ada 511.208 debitur (46,2 persen dari target).

"Adapun penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai Rp 103,2 triliun atau 64,6 persen dari target. Kami harapkan bisa melewati angka target 65 persen," ungkap Loto dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (13/7/2026).

Sebagai informasi, dalam skema KUR tahun ini, pemerintah membidik total penyaluran Rp 295 triliun dengan prioritas alokasi 65 persen khusus untuk lini sektor produksi. Target kinerja lainnya mencakup penciptaan 1,3 juta nasabah baru serta mendorong 1,1 juta nasabah lama agar bisa mandiri dan naik kelas.

KUR sendiri merupakan instrumen pinjaman berbunga rendah dari pemerintah dengan batas maksimal kucuran modal mencapai Rp 500 juta per pelaku usaha.

Strategi Alternatif Pendanaan UMKM

Di luar instrumen KUR, Loto menyebutkan bahwa Kementerian UMKM juga aktif menggerakkan roda program alternatif lain untuk memperluas jangkauan modal bagi para pelaku usaha kecil dan menengah.

Salah satunya melalui inisiatif Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises (ACCESS). Hingga periode akhir 2025, program ini telah menyalurkan pendanaan senilai Rp 53,3 miliar bagi 56 pelaku usaha menengah berkat kolaborasi erat dengan delapan institusi keuangan mitra.

Selanjutnya, terdapat program Bisnis Layak Funding (BISLAF) yang berada di bawah komando Deputi Bidang Usaha Kecil. Lewat kerja sama strategis bersama Inotek sebagai kolaborator, BISLAF telah mengawal 200 pelaku UMKM hingga berhasil mengantongi kucuran modal sebesar Rp 13,65 miliar. 

Terakhir, Kementerian UMKM turut menyelenggarakan program bimbingan permodalan yang disinergikan dengan program perumahan rakyat, dengan target sasaran sebanyak 300 UMKM. Menutup triwulan I 2026, tercatat sudah ada 16 pelaku usaha yang berhasil lolos tahap kurasi awal, dan dua di antaranya telah merampungkan pelatihan digitalisasi manajemen keuangan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6