Sukses

Rata-Rata Harga Jual Smartphone pada Q2 2020 Naik 10 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan riset pasar Counterpoint merilis laporan baru mengenai Average Selling Price (ASP), atau rata-rata harga jual smartphone global pada kuartal kedua (Q2) 2020. Pasar yang masuk di dalam laporan ini adalah Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Asia Pasifik, dan Tiongkok.

Dilansir dari GSM Arena, Minggu (27/9/2020), mengutip laporan Counterpoint, ASP di pasar-pasar tersebut mengalami peningkatan kecuali di Amerika Latin.

Peningkatan ASP tertinggi terjadi di Tiongkok, dengan rata-rata harga jual smartphone saat ini USD 310. Sementara Amerika Latin mengalami peningkatn ASP 7 persen YoY, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan kisaran harga USD 471.

Pasar Amerika Utara memiliki ASP tertinggi. Sementara ASP di Amerika Latin turun 5 persen YoY.

Counterpoint mencatat, ASP pasar smartphone global naik 10 persen YoY pada Q2 2020, meski pengapalan menurun 23 persen. Secara keseluruhan, pendapatan industri smartphone turun 15 peren YoY.

Ada beberapa alasan untuk pertumbuhan ASP ini. Pandemi Covid-19 memang berdampak pada pasar smartphone secara keseluruhan, Counterpoint menyebut segmen premium masih kuat, meski dengan penurunan 8 persen pada kuartal tersebut. Pasar smartphone global mengalami penurunan pengapalan 23 persen YoY.

2 dari 3 halaman

Kehadiran Smartphone 5G

Kehadiran smartphone 5G juga dikaitkan dengan ketahanan segmen premium. Selama Q2, 10 persen pengapalan smartphone global adalah perangkat 5G yang menyumbang 20 persen dari total pendapatan.

Tiongkok merupakan kontributor terbesar untuk penjualan smartphone 5G. 72 persen pendapatan handset 5G berasal dari negara tersebut, yang sebagian besar merupakan perangkat Huawei.

 

3 dari 3 halaman

Pendapatan

Apple menguasai penjualan smartphone pada Q2 dengan 34 persen pendapatan pasar. Huawei berada di posisi kedua dengan 20 persen, dan Samsung 17 persen.

Vivo dan Oppo berada di peringkat selanjutnya dengan masing-masing kontribusi pendapatan 7 dan 6 persen.

(Din/Why)