Sukses

Perangkat Lunak Baru Nilai Akurasi Prediksi Komputer soal Kanker

Liputan6.com, Jakarta - Aplikasi teknologi dan perangkat lunak di bidang kesehatan semakin sering ditemukan sejak beberapa tahun belakangan ini.

Salah satu penyakit yang mendapat perhatian peneliti adalah kanker dan sejumlah perangkat lunak komputer telah dikembangkan untuk memprediksi dan mengkarakterisasikan keragaman genetik pada sampel tumor klinis.

Terkini, sekelompok peneliti mengembangkan sebuah perangkat lunak open-source yang berfungsi untuk menilai akurasi komputer dalam memprediksi kanker dan menetapkan tolok ukurnya.

Alasan di baliknya adalah metode klinis sederhana untuk menguji variasi genetik rentan terhadap kehilangan banyak variabilitas sel-sel kanker. Namun, belum ada pendekatan pembandingan umum untuk menentukan metode komputasi yang paling akurat.

Mengutip Eurekalert, Senin (13/1/2020), riset yang diterbitkan di Nature Biotechnology, sebuah tim peneliti mengembangkan kerangka simulasi dan sistem penilaian untuk menentukan akurasi setiap algoritma dalam memprediksi berbagai ukuran keanekaragaman genetik.

Ini termasuk: proporsi sel kanker dalam sampel tumor; jumlah kelompok sel kanker yang berbeda secara genetik dalam sampel tumor; proporsi sel dalam masing-masing kelompok ini; mutasi genetik mana yang ada di setiap kelompok; dan hubungan genetik antarkelompok.

2 dari 2 halaman

Fondasi

"Kerangka kerja baru kami menawarkan fondasi yang diharapkan akan menjadi alat pembandingan standar yang sangat dibutuhkan dalam menilai model yang bertujuan untuk mengkarakterisasi keragaman genetik tumor," kata salah satu anggota tim peneliti, Maxime Tarabichi, seorang mahasiswa postdoc di Cancer Genomics Laboratory.

Dalam riset ini, mereka merancang perangkat lunak untuk menciptakan dan menganalisis 580 prediksi kanker, serta menambahkan fitur baru ke perangkat lunak untuk menciptakan simulasi tumor lebih realistis.

Simulasi ini tersedia untuk umum bagi para peneliti lain untuk digunakan baik secara langsung atau untuk membantu mengembangkan kerangka penilaian mereka sendiri.

(Why/Isk)

Loading
Artikel Selanjutnya
Samsung Investasi Rp 6,8 miliar untuk Pabrik di India
Artikel Selanjutnya
Kanker Langka di Singapura Cenderung Dialami Anak Muda