Sukses

Bos Samsung Akui Terburu-buru Rilis Galaxy Fold

Liputan6.com, Jakarta - Galaxy Fold, smartphone layar lipat dari Samsung digadang-gadang akan menjadi perangkat revolusioner di tahun ini. Hal itu bukannya tanpa alasan sebab perangkat ini dapat diubah menjadi tablet maupun smartphone. 

Namun smartphone ini ternyata menyimpan sejumlah masalah, sehingga Samsung harus menunda peluncurannya dan menarik sejumlah unit yang ada di reviewer teknologi.

Menanggapi persoalan tersebut, CEO Samsung, DJ Koh, akhirnya angkat bicara dalam sebuah sesi wawancara di Korea Selatan. Berdasarkan laporan The Independent, dia mengaku terburu-buru saat memperkenalkan Galaxy Fold

"Ini memalukan. Saya memperkenalkannya sebelum (Galaxy Fold) siap," tuturnya seperti dikutip dari The Next Web, Rabu (3/7/2019).

Dia juga mengatakan ternyata ada beberapa hal yang luput dari pengamatan, sebelum Galaxy Fold diperkenalkan publik.

Kendati demikian, Koh menyebut Samsung tengah melakukan proses perbaikan. Saat ini, Koh mengatakan, ada lebih dari 2.000 perangkat yang sedang diuji coba dari berbagai aspek.

"Kami sedang mengulas semua masalah. Bahkan beberapa masalah yang tidak kami pikirkan, terima kasih untuk para reviewer. Pengujian dalam skala besar masih terus berlangsung," tutur Koh.

Koh sendiri kini belum dapat memberikan kapan smartphone ini akan meluncur ke publik. Akan tetapi, petinggi Samsung lain menyebut masalah di layar Galaxy Fold sudah diketahui.

2 dari 3 halaman

Samsung Batalkan Pre-order Galaxy Fold

Setelah sempat menunda perilisan smartphone layar lipatnya, raksasa teknologi Samsung akhirnya resmi umumkan pembatalan pre-order Samsung Galaxy Fold.

Hingga 31 Mei nanti, Samsung bakal membatalkan pre-order pelanggan secara otomatis jika tidak ada kabar atau konfirmasi dari pelanggan sebelumnya. Hal ini tertuang dalam email Samsung yang dikirimkan pada pelanggan yang sudah melakukan pemesanan.

Tercatat, "Bila kami tidak mendapat konfirmasi dari Anda dan kami tidak mengirimkan device hingga 31 Mei, maka pesanan Anda secara otomatis akan dibatalkan," seperti dilansir Tekno Liputan6.com dari The Verge, Senin (13/5/2019).

Setelahnya, Samsung mengkonfirmasi pada Reuters tentang kebijakan pemerintah Amerika Serikat mengharuskan raksasa teknologi asal Korea Selatan itu mengumumkan hal ini pada seluruh konsumennya.

Sebelumnya, Samsung sempat menyatakan akan menunda perilisan Galaxy Fold karena isu ketahanan ponsel tersebut. Mereka menunda peluncuran guna memperbaiki kerusakan dan menyatakan Galaxy Fold akan segera diluncurkan.

3 dari 3 halaman

Samsung Tarik Seluruh Sampel Galaxy Fold di Seluruh Dunia

Samsung dilaporkan telah menghubungi sejumlah jurnalis dan reviewer teknologi untuk mengembalikan Galaxy Fold yang ada di mereka saat ini. Dari laporan Reuters, penarikan kembali unit Galaxy Fold ini dilakukan secara global.

Dikutip dari GSM Arena, Kamis (25/4/2019), penarikan ini dilakukan agar Samsung dapat melakukan analisis terkait masalah layar yang ada di sejumlah perangkat tersebut. Tidak hanya itu, perusahaan juga menunda peluncuran Galaxy Fold di sejumlah lokasi.

"Peluncuran (Galaxy Fold) ditunda, sambil kami mengungkap masalah di beberapa perangkat yang tidak berfungsi. Untuk itu, agar dapat memeriksa semua perangkat, kami menarik seluruh sampel," ujar Samsung dalam pernyataan terbarunya.

Sekadar informasi, sejumlah jurnalis maupun reviewer memang melaporkan terjadi kerusakan pada Galaxy Fold yang mereka terima. Masalah yang terjadi juga beragam, mulai dari layar hingga engsel.

Samsung juga dilaporkan menunda sementara waktu perilisan perangkat di sejumlah negara. Kepastian ini diketahui setelah perusahaan asal Korea Selatan itu membatalkan peluncuran Galaxy Fold di Tiongkok, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Kendati demikian, Samsung tidak membatalkan pesanan dari sejumlah konsumen yang sudah melakukan pre-order. Jadi, mereka akan tetap menjadi orang pertama yang akan mendapatkan perangkat ini.

Samsung menyebut pihaknya akan menginformasikan lebih lanjut mengenai peluncuran Galaxy Fold pada konsumen dalam waktu dua minggu.

Untuk sekarang, perusahaan masih fokus dalam meningkatkan kemampuan perangkat dan menghadirkan pengalaman terbaik.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Loading
Artikel Selanjutnya
Smartphone Lipat Samsung Akan Meluncur Lebih Cepat daripada Mate X
Artikel Selanjutnya
Galaxy A90 Tidak Akan Adopsi Fitur Kamera Pop-up Putar?