Sukses

Ingin Jadi Fotografer Andal? Jangan Buang Buku Manual Kamera

Liputan6.com, Padang - Bagi para pecinta fotografi tentunya ingin menjadi fotografer andal yang bisa menangkap berbagai momen dengan sempurna.

Namun semua itu perlu proses dan memerhatikan hal-hal yang kecil, seperti mempelajari atau menelaah apa yang ada pada buku manual kamera.

Selain lewat Google untuk mengetahui apa kekurangan dan kelebihan kamera, lewat buku manual kita bisa mengetahui detail menu-menunya. Jadi, jangan sampai membuang buku manual kamera.

Fotografer profesional Ari Amphibia mengatakan, bila ingin jago memotret harus mempelajari buku manual kamera.

"Terkadang setelah unboxing kamera, kotak sama buku manualnya langsung masuk gudang. Padahal kuncinya ada di buku manual," kata Ari yang ditemui tim Tekno Liputan6.com di Pantai Nirwana, Padang, Sumatera Barat saat mengeksplor kamera Fujifilm X-H1.

Setelah itu, fotografer lanskap tersebut melanjutkan, kamera harus sering digunakan untuk melatih sense fotografi.

"Setelah fasih dan mengenal kamera yang kita miliki lebih dalam, harus sering digunakan. Waktu mengenal kamera tidak bisa sebulan dua bulan, bisa memakan waktu enam bulan untuk tahu feel kameranya seperti apa," ucapnya.

Kemudian, pria berkacamata itu memaparkan, seorang fotografer pemula harus menguasai komposisi untuk tahu memilah dan memilih objek dalam satu foto.

"Kebanyakan orang bingung saat datang ke lokasi mau memotret apa. Mudahnya pilih saja apa yang mau disampaikan dalam foto tersebut. Misalnya, mau menceritakan langit yang cetar, ya komposisi langitnya yang dibanyakin, horisonnya agak dikebawahin," papar Ari.

 

2 dari 3 halaman

Latihan Terus Menerus

Kalau mau foreground (latar depan) yang bagus, Ari menyarankan, porsi langitnya dikurangi dalam frame. Ia berujar, terkadang fotografer pemula sering bingung mau memotret apa.

"Komposisi ada banyak, atas atau bawah, tapi yang sehari-hari kita lihat adalah komposisi garis dan vertikal horizontal," tukasnya menerangkan.

Ari menuturkan, jam terbang dan latihan terus menerus juga menjadi hal utama. Ia mencontohkan, saat ingin memotret landskap harus mengetahui kontras warna dan cahaya.

"Kontras cahaya itu seperti terang dan gelap, ada shadow dan highlight. Itu yang dibidik. Sementara kontras warna seperti memotret pisang di background hijau. Jadinya akan terlihat kontras," ujarnya.

Selain itu, Ari juga menyarankan untuk membawa tripod yang kokoh saat memotret landskap. Lalu, untuk scene tertentu membutuhkan filter dan lensa wide.

"Tapi enggak semua tempat perlu memakai filter. Biasaya kalau ke gunung enggak pakai filter, tapi kalau ke laut kontrasnya cukup tinggi sehingga perlu filter," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Hasil Jepretan Ari Amphibia

Penasaran seperti apa hasil jepretan foto-foto lanskap dari Ari Amphibia? Berikut ini detailnya, yang tim Tekno Liputan6.com himpun dari akun Instagramnya, @ariamphibia.

 

 

The Symbol of Love... . #XT2 #XF1024mm #Astia #Fujifilm_id #GoFUJIFILM

Sebuah kiriman dibagikan oleh Indonesia X Team (@ariamphibia) pada

 

Green Harmony . #GFX #GFX50S#GF3264mm #Fujifilm_id #GoFUJIFILM

Sebuah kiriman dibagikan oleh Indonesia X Team (@ariamphibia) pada

(Isk/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Ketika Fotografer Profesional 'Dikomplain' Pakai Kamera Fujifilm
Artikel Selanjutnya
Kreatif Merangkai Momen dengan Galaxy S9 ala Fotografer Profesional